Integrasikan Layanan, Kemenkes Akan Luncurkan Platform Indonesia Health Services

Selasa, 26 April 2022 | 04:15 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Integrasikan Layanan, Kemenkes Akan Luncurkan Platform Indonesia Health Services


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan kesehatan bakal terintegrasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersiap meluncurkan platform Indonesia Health Services (IHS) sebagai wadah yang mengintegrasikan aplikasi layanan kesehatan berbasis digital. Rencana launching IHS akan dilakukan pada Juli mendatang.

Saat ini Kemenkes tengah melakukan beta testing pada platform IHS. Chief of Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan (DTO Kemenkes) Setiaji menerangkan, IHS merupakan bagian dari agenda transformasi digital Kemenkes. IHS menghubungkan berbagai macam layanan kesehatan yang di fasilitas kesehatan (faskes).

"Seluruh sistem pelaku kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, start up, vendor apotek kesehatan, laboratorium dan sebagainya, yang di mana di dalam IHS ini akan tersedia spesifikasi dan mekanisme standar yang mulai dari proses bisnis, data teknis dan tentunya juga dari sisi keamanan," jelasnya dalam konferensi pers virtual Kemenkes, Senin (25/4).

Integrasi diperlukan karena saat ini masih terjadi adanya fragmentasi data dan juga berbagai macam permasalahan dari banyaknya sistem informasi kesehatan yang jumlahnya ratusan dan tidak saling terintegrasi.

Baca Juga: 1,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 akan Kadaluarsa Pada April 2022, Ini Strategi Kemenkes

Serta adanya duplikasi data yang memberikan beban yang cukup besar kepada para nakes. Setiaji menambahkan, banyak aplikasi-aplikasi milik developer swasta yang ada di rumah sakit di layanan kesehatan yang juga belum terintegrasi.

"Kemudian di sisi lain tidak adanya keseragaman meta data menyebabkan interoperabilitas ataupun integrasi itu sulit dilakukan dan serta tentunya standar format, sehingga jika dilakukan itu akan tentunya berbeda satu aplikasi dengan aplikasi yang lainnya," imbuhnya.

Ia menuturkan, dengan adanya integrasi di IHS akan memberikan dampak yang luar biasa. Mulai dari tenaga kesehatan tidak perlu menginput data yang berulang dengan aplikasi yang berbeda. Di sisi lain riwayat pengobatan pasien bisa diakses dan terpantau secara detil dan runtut meski pasien berobat di rumah sakit yang berbeda, atau melakukan pemeriksaan kesehatan di laboratorium berbeda.

"Tentunya koordinasi antara fasyankes dengan adanya pertukaran data tadi akan memudahkan untuk menyiapkan layanan rujukan yang berbasiskan kompetensi yang bukan berjenjang seperti saat ini. Sehingga masyarakat bisa langsung cepat mendapatkan tempat lokasi rujukan secara efektif," kata Setiaji.

Dengan berkumpulnya data yang terintegrasi ini, pemerintah akan memanfaatkan data-data tersebut untuk menunjang keputusan ataupun memberikan layanan publik yang lebih baik. Hal ini dalam rangka meningkatkan upaya deteksi dini dan juga pencegahan, sehingga upaya pemerintah untuk meningkatkan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan menjadi lebih baik lagi.

Integrasi ini juga untuk mengantisipasi adanya penularan penyakit-penyakit menular lainnya. Serta dalam rangka mengurangi jumlah aplikasi yang saat ini sudah cukup banyak dari duplikasi.

Uji coba IHS atau beta testing akan dibuka selama satu bulan mulai dari 22 April hingga 22 Mei 2022. Adapun yang dapat mengikuti beta testing ini ialah para pelaku industri kesehatan mulai dari rumah sakit atau puskesmas, asuransi, laboratorium, start up kesehatan, telemedicine, apotek dan layanan kesehatan yang lainnya.

Dalam tahap uji coba akan dilakukan pada layanan Covid-19 yang terintegrasi, layanan laboratorium bukan hanya berkaitan dengan covid dan kemudian juga layanan resume rekam medis. Nantinya data-data ini akan terhubung ke aplikasi PeduliLindungi.

Lantaran belum semua sakit memiliki sistem digital untuk medical record mereka maka tahun ini Kemenkes baru menargetkan RS yang telah memiliki sistem digital untuk terintegrasi dengan IHS. Sedangkan untuk yang belum, Kemenkes akan memastikan mereka memiliki sistem RS terlebih dahulu sehingga bisa terdigitalisasi.

"Target bertahap dalam 3 tahun ini seluruhnya bisa terintegrasi di platform ini. Yang kita ambil cuma resume medis," imbuh Setiaji.

Baca Juga: Kemenkes Tambah Tiga Jenis Vaksin ke Program Imunisasi Rutin Lengkap, Ini Alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru