Ekonomi

Integra Indocabinet (WOOD) menargetkan penjualan di 2021 minimum tumbuh sebesar 20%

Sabtu, 13 Maret 2021 | 21:30 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Integra Indocabinet (WOOD) menargetkan penjualan di 2021 minimum tumbuh sebesar 20%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen furniture, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mendapatkan pesanan (order) senilai Rp 1,8 triliun pada 28 Februari 2021 lalu. 

Corporate Secretary & Head of Investor Relations PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) Wendy Chandra mengungkapkan order Rp 1,8 triliun yang didapatkan pada Februari 2021 lalu merupakan total dari order dari sejumlah negara yakni dari Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan domestik. 

Wendy bilang orderan ini didominasi dari Amerika Serikat karena permintaan dari AS memang sedang meningkat sejak tahun lalu. "Pemesanan atau order ini untuk produk furniture, building component dan kayu log," jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (12/3). 

WOOD menjadwalkan untuk mengirim sebagian orderan senilai Rp 929 miliar pada kuartal I 2021. Tentu, pemesanan dengan nilai yang tinggi ini akan berkontribusi besar ke penjualan WOOD di tiga bulan pertama tahun ini. "Yang pasti kinerja perusahaan di kuartal I 2021 akan mencapai penjualan kuartal satu tertinggi secara historis," kata Wendy. 

Lewat orderan ini saja, pada semester II 2021 mendatang Wendy mengungkapkan WOOD akan mengantongi penjualan sekitar Rp 600 miliar. 

Secara nature bisnis, Wendy menjelaskan, pemesanan biasanya paling banyak terjadi di semester dua. Maka dari itu, dengan masuknya pemesanan yang tinggi di semester satu, order di semester dua mendatang diprediksi akan terus meningkat. 

Baca Juga: TOYS, PBRX dan WOOD Ketiban Berkah Ekonomi AS yang Berangsur Pulih

Maka dari itu, WOOD menargetkan penjualan di 2021 akan dapat tumbuh minimum 20%  yoy dengan memanfaatkan kapasitas terpasangnya pada furniture  sebesar 47.775 Cubic Meter (cbm) per  tahun dan building component sebesar 345.060 cbm per tahun. 

Di sisi lain, WOOD juga akan  dan memperluas pangsa pasarnya terutama di pasar AS yang merupakan importir terbesar untuk produk furnitur dan building component.  Naiknya pemesanan dari Amerika Serikat memberikan katalis positif bagi bisnis WOOD di tahun lalu. Buktinya saja, pada 2020 emiten produsen furniture ini membukukan penjualan Rp 2,9 triliun atau tumbuh 39% yoy. 

Pada kuartal IV 2020, WOOD membukukan penjualan sebesar Rp 1,08 triliun atau tumbuh 44,3% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan penjualan yang signifikan didukung terutama oleh pertumbuhan permintaan pasar AS untuk furniture dan building component. 

Pertumbuhan permintaan tersebut didorong adanya  penerapan tarif perang dagang, anti-dumping and anti-subsidy duty pada produk furniture and building component asal China, dan meningkatnya penjualan rumah di pinggiran kota.

Kontribusi penjualan WOOD di 2020 didominasi dari pasar ekspor dengan kontribusi sebesar 81,6% dan 18,4% dari pasar domestik. Penjualan ekspor tumbuh 72%  yoy didukung terutama oleh penjualan pasar AS yang tumbuh signifikan sebesar 96% yoy.

Selanjutnya: Permintaan pasar AS naik, Integra Indocabinet catat penjualan Rp 2,9 triliun di 2020

 

Editor: Handoyo .
Terbaru