kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini Strategi BI Menjaga Laju Inflasi


Sabtu, 24 Desember 2022 / 11:17 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia mengungkapkan sejumlah strategi untuk menjaga inflasi

Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) membeberkan sejumlah strategi dalam menjaga inflasi Indonesia agar tak bergerak liar. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, strategi dalam menjaga inflasi tak hanya dilakukan oleh otoritas moneter sendiri. Namun, juga bersinergi bersama pemerintah.

“Dengan sinergi tersebut, kami yakin inflasi umum maupun inflasi inti akan kembali ke kisaran sasaran pada tahun 2023,” tutur Perry dalam pertemuan secara daring, Kamis (22/12).

Perry pun memerinci, pertama, dari sisi moneter ada kenaikan suku bunga yang teratur. Kenaikan suku bunga acuan diharapkan mampu menjangkar ekspektasi inflasi.

Kedua, BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah untuk bergerak secara fundamental. Ini untuk mengendalikan inflasi dari sisi impor (imported inflation).

Baca Juga: BI Sudah Beli SBN di Pasar Perdana Sebesar Rp 144,53 Triliun Per 21 Desember 2022

Menjaga rupiah bisa dilakukan dengan triple intervention, juga dengan meningkatkan suplai valas dalam negeri.

Salah satunya, dengan kebijakan baru operasi moneter untuk membuat betah eksportir parkir devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri.

Ketiga, bersama pemerintah mengendalikan inflasi pangan. Koordinasi ini lewat Tim Pengendalian Inflasi (TPI) pusat maupun daerah, juga gerakan pengendalian inflasi pangan (GNPIP).

Dengan langkah ini, Perry yakin inflasi akan kembali ke bawah 4% yoy pada semester II-2023. Selain itu, ini juga seiring dengan faktor efek basis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×