Ekonomi

Ini sentimen yang kerek pertumbuhan premi unitlink di tahun 2021

Selasa, 09 Maret 2021 | 18:00 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Ini sentimen yang kerek pertumbuhan premi unitlink di tahun 2021

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja unitlink pada tahun 2020 sempat tertekan akibat pandemi virus coorna (Covid-19). Meski demikian, Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI), optimistis kinerja unitlink bisa tumbuh positif karena didorong oleh sejumlah faktor. 

"Bagaimana proyeksi 2021, kita optimistis jika melihat tren di kuartal IV 2020, di mana produksi  premi baru sangat signifikan naiknya. Jadi di 2021 akan lebih baik," kata  Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan dalam paparan kinerja industri asuransi jiwa 2020, Selasa (9/3). 

Selain premi baru, pertumbuhan unitlink juga sejalan dengan perbaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun ia belum bisa memperkirakan berapa besar pertumbuhan premi unitlink tahun ini. 

"Yang pasti di 2021, kami rebound melebihi tahun 2019 dan tidak tumbuh negatif seperti tahun 2020," lanjutnya. 

Merujuk data AAJI, premi baru unitlink mencapai Rp 67,28 triliun, atau turun 4,25% yoy pada tahun 2020. Penurunan itu, seiring dengan perlambatan premi industri sebesar 6,1% menjadi Rp 187,59 triliun. 

Walaupun melambat, pertumbuhan unitlink terbantu dengan adanya stimulus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa relaksasi pemasaran unitlink secara daring selama pandemi. Jika tidak ada ketentuan itu, diperkirakan bisnis unitlink bisa turun lebih dalam. 

Baca Juga: Allianz Life catatkan kinerja unitlink obligasi unggul di tahun 2020

Sejumlah pemain asuransi, masih mencatatkan kinerja positif. Misalnya saja, BNI Life berhasil memperoleh premi unitlink sebesar Rp 1,82 triliun pada 2020. Jumlah itu naik 10% dibandingkan tahun 2019 yakni Rp 1,65 triliun.

"Tahun 2020 produk asuransi unitlink yang berbasis pendapatan tetap relatif lebih bagus dibandingkan produk yang berbasis saham," kata Direktur Keuangan BNI Life Eben Eser Nainggolan.

BNI Life mengaku senantiasa menjaga kepercayaan nasabah dalam mempercayakan perlindungan finansial dan perencanaan keuangannya. Tahun ini perusahaan menargetkan premi unitlink Rp 1,9 triliun dengan imbal hasil sebesar Rp 680 miliar.

Menurutnya, produk asuransi akan dipilih nasabah sesuai dengan kebutuhan dan risk appetite. Kinerja produk berbasis pasar uang dan pendapatan tetap cenderung stabil.

Sementara, kinerja produk berbasis saham tahun ini akan relatif lebih tinggi namun memiliki volatilitas yang tinggi juga sehingga semua akan berbalik pada risk appetite dan kebijakan nasabah dalam memilih.

"Strategi investasi unitlink tahun ini tetap akan menjaga kualitas underlying asset investasi, baik untuk obligasi dan saham terutama dengan menambah alokasi pada saham big cap," pungkas Eben.

 

Selanjutnya: Mitigasi risiko, OJK akan atur batasan portofolio investasi paydi

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru