kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.094   62,18   0,77%
  • KOMPAS100 1.140   7,85   0,69%
  • LQ45 825   4,28   0,52%
  • ISSI 287   3,18   1,12%
  • IDX30 429   2,34   0,55%
  • IDXHIDIV20 516   2,72   0,53%
  • IDX80 127   0,87   0,69%
  • IDXV30 140   1,25   0,90%
  • IDXQ30 139   0,67   0,48%

Ini Penyebab Tingkat Kemiskinan Naik Jadi 9,57% Per September 2022


Selasa, 17 Januari 2023 / 06:15 WIB
Ini Penyebab Tingkat Kemiskinan Naik Jadi 9,57% Per September 2022

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) merembet ke naiknya tingkat kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada September 2022 tingkat kemiskinan mencapai 9,57%, naik tipis dari Maret 2022 yang sebesar 9,54%.

Ada sejumlah penyebab kenaikan tingkat kemiskinan tersebut. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kenaikan biaya produksi pertanian menjadi salah satu faktor tingkat kemiskinan meningkat di September 2022.

Margo mengatakan, PHK kebanyakan terjadi di sektor padat karya. "Seperti industri tekstil, alas kaki, dan perusahaan teknologi," ujar Margo dalam keterangannya, Senin (16/1).

Baca Juga: Bertambah, Jumlah Penduduk Miskin Per September 2022 Sebanyak 26,36 Juta Orang

Sementara itu, kata Margo, penyesuaian harga BBM pada September 2022 mengakibatkan meningkatnya biaya produksi pertanian.

Dia menerangkan, indeks biaya produksi dan penambahan barang modal subsektor tanaman pangan dan perikanan tangkap meningkat pada September 2022.

"Didorong kenaikan harga bensin, solar, dan ongkos angkut," kata dia.

Baca Juga: BPS: Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Menurun pada September 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×