Nasional

Ini penyebab penjualan air purifier Panasonic Gobel melesat 200% di tahun lalu

Selasa, 02 Februari 2021 | 06:00 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Ini penyebab penjualan air purifier Panasonic Gobel melesat 200% di tahun lalu

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pandemi virus corona ternyata berhasil mengerek penjualan air purifier di Indonesia pada tahun 2020. Hal tersebut juga dialami oleh PT Panasonic Gobel Indonesia. 

Head of Sales & Marketing Panasonic Life Solutions Product Rawenda mengatakan, penjualan air purifier Panasonic meningkat dua kali lipat di sepanjang 2020 atau naik 200% dibandingkan tahun 2019. 

Rawenda menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat air purifier Panasonic laris manis. Pertama, pandemi membuat masyarakat semakin sadar pentingnya kualitas udara di dalam ruangan. 

Kedua, di masa awal pandemi, tidak semua merek air purifier tersedia stoknya sehingga Panasonic bisa memaksimalkan penjualan pada tiga bulan pertama saat virus corona melanda Indonesia. 

Baca Juga: Kerjasama Panasonic dan Grab hadirkan layanan GrabCar Premium

Selain itu, Panasonic juga sangat intens mempromosikan tentang Indoor Air Quality Solution melalui tema besarnya Quality Air For Life dengan fitur utama produknya Teknologi Nanoe X. 

"Prospek bisnis air purifier di tahun 2021 masih menjanjikan dengan pertumbuhan permintaan pasar masih bisa double digit growth dibandingkan tahun 2020," kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (1/2). 

Rawenda bilang, Panasonic optimistis karena peluang bisnis air purifier cukup besar dengan adanya tambahan line up baru dan harga yang cukup bersaing di pasaran. 

Selain itu, Panasonic Air Purifier memiliki teknologi unik, Nanoe X yang mampu menghambat virus corona hingga 99,99%, menghilangkan bau dan bakteri. 

Air purifier Panasonic juga dilengkapi HEPA Filter yang masa pakainya hingga 10 tahun sehingga konsumen tidak dibebani, biaya penggantian filter, cukup dirawatnya secara berkala. 

Sebagai informasi, saat ini produk air purifier Panasonic masih diproduksi di Jepang dan China sehingga masih seluruhnya diimpor. Namun, Rawenda menegaskan sudah ada rencana pengembangan produk baru untuk diproduksi di Indonesia. 

Kendati peluangnya besar, Rawenda tetap menyebut masih ada sejumlah hambatan yang harus dihadapi Panasonic. Salah satunya adalah persaingan yang ketat.

Baca Juga: Panasonic Gobel berikan dukungan ke industri kreatif

Hal tersebut terjadi karena sejak pandemi virus corona di Indonesia muncul, hampir semua brand masuk ke Indonesia dan menawarkan air purifier. Merek yang muncul pun beragam, mulai dari brend asal Jepang, Korea dan China bahkan dari Amerika Serikat dan Eropa.

"Sangat kompetitif sekali persaingannya, sehingga kami harus pintar memilih channel mix dan strategi marketing agar pangsa pasar Panasonic Air Purifier itu sendiri tidak diambil merk lain," jelas Rawenda. 

Oleh karenanya, Panasonic akan memperkuat digital marketing untuk meningkatkan awareness dan engagement dengan langsung dengan pelanggan. 

 

Selanjutnya: Dorong ekonomi melalui percepat rencana investasi produk eksternalitas rendah

 

Editor: Anna Suci Perwitasari


Terbaru