Ini pendorong naiknya pendapatan Astra Agro Lestari (AALI) pada tahun lalu

Rabu, 14 April 2021 | 21:15 WIB   Reporter: Vina Elvira
Ini pendorong naiknya pendapatan Astra Agro Lestari (AALI) pada tahun lalu

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 833,1 miliar di sepanjang tahun 2020. Perolehan tersebut meningkat 294,6% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 211,1 miliar. 

Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Mario Casimirus Surung Gultom menyebut, melejitnya laba bersih perseroan disebabkan oleh meningkatnya pendapatan bersih AALI di tahun 2020 lalu. AALI berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,8% (yoy) dari perolehan di periode yang sama tahun 2019. 

“Pendapatan bersih 2020 meningkat 7,8% menjadi Rp 18,8 triliun dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp 17,5 triliun,” ujar Mario dalam paparan publik virtual, Rabu (14/4). 

Baca Juga: Bertahan dari pandemi, Chitose (CINT) luncurkan produk new normal

Meningkatnya harga jual rata-rata crude palm oil (CPO), dikatakan Mario menjadi penyebab utama tumbuhnya pendapatan bersih AALI di tahun 2020. Dia bilang, harga jual rata-rata CPO meningkat sebanyak 27,8% (yoy) dari Rp 6,689 per-kilogram di tahun 2019 naik menjadi Rp 8,545 per-kilogram di tahun lalu. 

Mario berujar, harga jual rata-rata kernel juga tercatat meningkat menjadi Rp 4,365 per-kilogram di tahun 2020. Angka tersebut tumbuh 22,5% dari rata-rata harga kernel di tahun 2019 yang sebesar Rp 3,562 per-kilogram. 

Namun di sisi lain, penjualan CPO dan turunannya mengalami penurunan sebesar 13,6%, menjadi 2,03 juta ton. Sedangkan pada tahun 2918 volume penjualan CPO mencapai 2,34 juta ton. Menurut Mario, penurunan tersebut terjadi sebagai dampak dari menurunnya produksi CPO AALI. 

Baca Juga: Langgeng Makmur Industri (LMPI) menderita kerugian Rp 41,33 miliar pada 2020

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari, Santosa bilang, dari sisi produksi, kinerja operasional pun ikut mengalami penurunan. Produksi tandan buah segar (TBS) dari perkebunan inti dan plasma AALI tercatat menurun sebesar 7,7%. Yakni dari 5,02 juta ton pada tahun 2019 menjadi 4,63 juta ton di tahun lalu. 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru