kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Ini Kata Menkeu Soal Efek Perlambatan Ekonomi Negara Mitra Dagang bagi RI


Rabu, 14 Juni 2023 / 05:30 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah negara mitra dagang Indonesia masih berisiko mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024.  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan, potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang akan berisiko pada ketahanan eksternal Indonesia. 

"Kondisi pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang akan sangat memengaruhi kinerja eksternal Indonesia. Ini harus diperhitungkan," terang Sri Mulyani di hadapan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Selasa (13/6). 

Bila melihat perkiraan berbagai lembaga internasional, negara Amerika Serikat (AS) diperkirakan tumbuh 1,1% YoY pada tahun depan.  Ini melambat dari perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 yang sebesar 1,6% YoY. 

Pun negara di kawasan Eropa diperkirakan tumbuh 1,4% dan negara Jepang diperkirakan tumbuh 1,0% YoY, atau melambat dari perkiraan pertumbuhan 2023 yang sebesar 1,3%. 

Baca Juga: Cukai Minuman Berpemanis, Kemenkeu Klaim Pertimbangkan Dampak ke Industri

Sri Mulyani bilang, pertumbuhan ekonomi negara maju akan tertahan oleh pengetatan kebijakan moneter agresif dan isu struktural. 

Kemudian, negara China yang menjadi negara mitra dagang utama Indonesia berpotensi tumbuh 4,5% pada tahun 2024. Proyeksi ini lebih lambat dari potensi pertumbuhan ekonomi China tahun 2023 yang mencapai 5,2% YoY akibat pembukaan kembali. 

"China dihadapkan pada tantangan geopolitik, tekanan sektor properti, dan isu struktural penuaan populasi," tambah Sri Mulyani. 

Dengan demikian, kinerja ekspor Indonesia juga akan terganggu. Terlebih, kondisi ini juga akan memengaruhi pergerakan harga komoditas yang menjadi andalan ekspor Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

×