kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini fokus bisnis Nusantara Almazia (NZIA) pada tahun 2021


Minggu, 02 Mei 2021 / 19:20 WIB
Ini fokus bisnis Nusantara Almazia (NZIA) pada tahun 2021

Reporter: Vina Elvira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten developer dan properti, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) menyampaikan tidak akan membangun proyek baru di tahun ini. Lantaran NZIA masih akan berfokus pada penjualan dan pembangunan sejumlah proyek yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu. 

Seperti misalnya, proyek milik entitas anak PT Sarana Inti Sejati (SIS), yakni rumah bersubsidi dari program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bernama Serasi Indah yang berlokasi di Karawang Timur. Di tahun ini, NZIA memproyeksikan penjualan rumah FLPP dari entitas anak usaha tersebut sebanyak 1,000 unit atau setara dengan Rp 150,5 miliar. 

"Serasi indah sejak akhir 2019 mulai dibangun, per- Desember 2020 sudah ada penjualan 476 unit, dan untuk Kuartal I 2021 ini sudah 188 unit," ungkap Sekretaris Perusahaan Nusantara Almazia, Nur Anisa saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (2/5). 

Baca Juga: Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) naik 30,7% pada 2020 jadi Rp 4,96 triliun

Selain itu, NZIA juga memiliki proyek non FLPP atau komersil bernama Saung Kebun yang juga berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Menurut Anisa, pihaknya menargetkan penjualan rumah komersil tersebut sebanyak 33 unit atau sekitar Rp 9,4 miliar di sepanjang tahun 2021. 

"Untuk Saung Kebun ada beberapa tipe rumah, yakni 36/72, 36/78, dan 36/90 dengan kisaran harga Rp 350 juta - Rp 450 juta," terang Anisa.

Kedua proyek perumahan itu, disebut Anisa memiliki nilai investasi senilai Rp 76 miliar dengan target penjualan keduanya sebesar Rp 160 miliar di tahun ini.

Anisa berujar, kinerja bisnis di tahun ini diprediksikan akan mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan realisasi di tahun lalu. Kenaikan tersebut utamanya akan ditopang oleh stimulus dan kebijakan pemerintah di sektor properti, antaranya pengadaan LTV 100% dan PPN 0% untuk penjualan rumah yang berlaku hingga Agustus mendatang. 

Adapun, mengutip laporan keuangan perseroan, NZIA membukukan pendapatan sebesar Rp 80,73 miliar di sepanjang tahun 2020. Angka tersebut tumbuh 240,17% secara tahunan (yoy) dari perolehan di tahun 2019 yang hanya Rp 23,7 miliar.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di India melonjak, begini efeknya ke penjualan Bukit Asam (PTBA)

Dia menambahkan, tren penjualan NZIA di Kuartal pertama tahun ini pun tercatat mengalami kenaikan dibanding realisasi penjualan pada periode sebelumnya. Di mana kenaikan tersebut utamanya ditopang oleh penjualan rumah FLPP. "Karena IKK mulai mengalami kenaikan dan konsumen sudah mulai untuk belanja (rumah)," sambungnya. 

Guna memuluskan target bisnisnya di tahun ini, NZIA mengalokasikan belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 76 miliar. Yang dananya bersumber dari internal kas perusahaan dan juga perputaran cashflow dari penjualan yang sudah ada. 

Selanjutnya: AKR Corporindo (AKRA) anggarkan belanja modal Rp 200 miliar di 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×