Ekonomi

Ini deretan unitlink dengan kinerja terbaik hingga November 2020

Kamis, 10 Desember 2020 | 08:30 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Ini deretan unitlink dengan kinerja terbaik hingga November 2020


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil unitlink industri asuransi jiwa membaik seiring menguatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di pasar modal. Alhasil, kinerja unitlink ikut terkerek mulai dari unitlink pendapatan tetap, unitlink campuran dan unitlink saham. 

Infovesta Utama mencatat hingga November 2020 imbal hasil unitlink pendapatan tetap sebesar 5,3%, unitlink campuran -1,92% dan unitlink saham - 6,93% secara ytd. Sedangkan secara bulanan, imbal hasil unitlink pendapatan tetap 1,71%, unitlink campuran 4,79% dan unitlink saham 9,82%. 

"Data (kenaikan) itu mengikuti kondisi pasar yang mengalami rebound di bulan November 2020. Indeks unitlink saham memimpin pergerakan hingga 9,8% sekaligus menurunkan kerugian ytd 10,38% mirip kondisi pasar saham," kata Senior Research Analyst Infovesta Utama Praska Putrantyo, Selasa (8/12). 

Baca Juga: Genjot kinerja unitlink, ini strategi investasi asuransi jiwa di tahun depan

Berdasarkan data, pertumbuhan imbal hasil unitlink pendapatan tetap secara bulanan tumbuh melambat sekitar 0,5% - 2%. Sementara unitlink saham melesat jauh karena pergerakan pasar saham cukup kencang. 

Apalagi, investor asing juga mencatatkan net buy mencapai Rp 3,44 triliun, sementara dana asing di kepemilikan surat berharga negara (SBN) bertambah Rp 15,56 triliun per November 2020. Kondisi ini turut menopang kinerja imbal hasil unitlink campuran dan saham.

Dengan realisasi itu, return unitlink tahun depan diproyeksi tumbuh positif karena pasar sudah merespon adanya perbaikan. Selain itu, kemenangan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) juga memberikan stimulus positif ke pasar.

"Ditambah lagi, ada kabar bahwa mantan Gubernur The Fed akan menjadi kandidat Menteri Keuangan AS mendorong optimisme pasar yang saat ini belum cukup stabil," ungkapnya. 

Baca Juga: Kinerja unitlink diproyeksi tumbuh positif di tahun depan, ini sebabnya

Pasar juga akan merespon positif dengan ditemukannya vaksin Covid-19. Lalu membaiknya perekonomian kuartal tiga di Indonesia, AS, Eropa dan China terhadap GDP. Pemulihan ekonomi di sektor riil akan membuat pasar saham dan obligasi bergerak. Apalagi, dana - dana investor asing juga mengalir cukup deras. 

Dengan begitu, IHSG tahun depan diproyeksi akan mencapai 6.000 hingga 6.500 walau akselerasi akan melambat karena pasar sudah merespon lebih dulu pada tahun ini. Yang jelas, pasar masih akan wait and see melihat kemungkinan perang dagang AS - China berlanjut tahun depan. 

Editor: Tendi Mahadi


Terbaru