Ini Dampak Kenaikan Suku Bunga Acuan ke Pembayaran Bunga Utang Pemerintah

Kamis, 25 Agustus 2022 | 05:05 WIB   Reporter: Siti Masitoh
Ini Dampak Kenaikan Suku Bunga Acuan ke Pembayaran Bunga Utang Pemerintah


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, kenaikan suku bunga acan Bank Indonesia (BI) bisa berdampak kepada pembayaran bunga utang di sisa tahun 2022.

Meski begitu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengungkapkan, dampak yang ditimbulkan tidak akan terlalu besar. Sehingga pagu bunga utang tahun 2022 masih dapat dipenuhi dari pagu yang telah ditetapkan.

Adapun, outlook pembayaran bunga utang tahun ini sebesar Rp 403,9 triliun, atau 99,5% dari target pembayaran bunga utang pada APBN 2022 senilai Rp 405,9 triliun.

“Potensi kenaikan suku bunga acuan tidak akan besar pengaruhnya pada pembayaran bunga di sisa tahun 2022, sehingga pagu bunga utang tahun 2022 masih dapat dipenuhi dari pagu yang ditetapkan,” tutur Luky kepada Kontan.co.id, Rabu (24/8).

Dia menambahkan, pembayaran bunga utang setiap tahunnya akan dipengaruhi dari penambahan outstanding utang waktu ke waktu. Bunga utang yang dibayarkan pada tahun 2022 sebagian besar merupakan bunga atas pengadaan utang masa lalu, termasuk penambahan utang dalam menangani dampak pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dalam 3 tahun terakhir.

Baca Juga: Mengukur Ketangguhan APBN Jika Anggaran Subsidi Bengkak Hingga Rp 700 Triliun

Sementara itu, yield surat utang ditentukan oleh banyak faktor, yang saat ini sangat dinamis, baik itu dari faktor kondisi global dan maupun domestik.

Dihubungi secara terpisah, analis makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz juga sepakat, dampak kenaikan suku bunga acuan kepada pembayaran bunga utang tidak akan terlalu besar. Hal ini karena sebagian besar utang tahun ini sudah diterbitkan atau ditarik, sehingga menggunakan bunga yang rendah.

“Namun ke depan tentu akan ada transmisinya lebih tinggi, dan bergantung pada besaran bunga acuan nanti dinaikkan ke berapa,” kata Faiz.

Selain itu, dia juga berasumsi dampak dari naiknya suku bunga acuan saat ini ke biaya dana atau cost of fund (CoF) akan sedikit lebih kecil dari periode normal. Ini karena likuiditas di pasar kondisinya masih melimpah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru