Ini asumsi makro ekonomi APBN 2022 yang disetujui Badan Anggaran DPR

Rabu, 29 September 2021 | 05:00 WIB   Reporter: Bidara Pink
Ini asumsi makro ekonomi APBN 2022 yang disetujui Badan Anggaran DPR

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) menyetujui asumsi dasar ekonomi makro untuk APBN 2022 dan target pembangunan tahun 2022. 

Persetujuan itu diambil dalam rapat Banggar DPR yang dipimpin Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah. “Setelah dibacakan hasil rapat Panja tadi, apakah dapat diterima, disahkan, dan disetujui?” tanya Said, Selasa (28/9), dan dijawab dengan setuju anggota Banggar DPR. 

Adapun asumsi dasar makro yang disetujui terdiri dari, pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 diperkirakan sebesar 5,2% yoy. Perkiraan tersebut dinilai cukup realistis, dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang ada baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Kemudian tingkat inflasi di tahun 2022 diperkirakan sebesar 3,0% yoy. Untuk mencapai tingkat ifnlasi tersebut, akan dilakukan bauran kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. 

Ini juga untuk menjaga agar inflasi bergerak rendah dan stabil, khususnya di masa pemulihan ekonomi nasional. Bauran kebijakan ini juga akan digunakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjamin pasokan. 

Baca Juga: Realisasi penerimaan pajak diproyeksi sekitar 90% dari target APBN 2021

Sementara, rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan sebesar Rp 14.350 pada tahun depan. Namun, DPR mengingatkan masih adanya faktor-faktor yang memengaruhi kondisi rupiah, contohnya tapering off dari The Federal Reserve. 

Kemudian tingkat suku bunga Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun diperkirakan sebesar 6,80% pada tahun 2022. Pada dasarnya, tingkat suku bunga ini ditentukan oleh mekanisme pasar dan dipengaruhi beberapa faktor. 

Banggar DPR menyarankan otoritas fiskal, otoritas moneter, dan otoritas keuangan senantiasa bekerja sama untuk melakukan berbagai langkah dalam memperdalam dan mengembangkan pasar keuangan. 

Selanjutnya, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Oil (ICP) diperkirakan US$ 63 per barel dan lifting minyak diperkirakan 703.000 per barel per hari dan lifting gas sebesar 1.036.000 per barel setara minyak per hari. 

Selain asumsi makro, pemerintah dan DPR juga menyepakati terkait target pembangunan yang terdiri dari tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,5% - 6,3%, tingkat kemiskinan 8,5% - 9,0%, dan rasio gini 0,376 - 0,378. 

Kemudian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diperkirakan 73,41 - 73,46, nilai tukar petani (NTP) ditargetkan 103 - 105, dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) di 104 - 106. 

 

Selanjutnya: Anggaran K/L untuk pos non-pendidikan ditambah pada anggaran 2022

 

Editor: Khomarul Hidayat
Terbaru