CLOSE [X]

Ini Aplikasi untuk Membeli Minyak Goreng Harga Rp 14.000 per Liter

Rabu, 18 Mei 2022 | 04:40 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Ini Aplikasi untuk Membeli Minyak Goreng Harga Rp 14.000 per Liter


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada Selasa (17/5/2022), Pemerintah lewat Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi merilis Program MigorRakyat alias Minyak Goreng Rakyat. 

Melansir laman setkab.go.id, menurut Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, program ini merupakan bentuk kepedulian pengusaha migor untuk rakyat. Sepenuhnya dijalankan melalui proses bisnis antara distributor minyak goreng dengan para pengecer atau pelaku usaha kecil. 

"Tidak ada subsidi minyak goreng untuk para pengusaha dan pada waktunya akan menjadi suatu terobosan bisnis model baru," ujar Lutfi saat meninjau implementasi program di Jakarta, Selasa (17/05/2022).

Dia juga bilang, program ini bertujuan agar penjualan minyak goreng curah dengan harga Rp 14.000 per liter dapat tepat sasaran, yaitu untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Hal itu diamini oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Oke Nurwan. Oke menjelaskan, Program MigorRakyat ini menekankan pada transaksi eceran langsung kepada penerima manfaat, yaitu kelompok masyarakat berpendapatan rendah. 

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Rp 14.000 akan Diguyur ke 10.000 Titik Seluruh Indonesia

Implementasi dilaksanakan oleh pelaku usaha minyak goreng menggunakan teknologi aplikasi digital untuk memastikan penjualan migor curah Rp 14.000 per liter tepat sasaran. 

"Para pengecer akan melakukan penjualan kepada masyarakat sebanyak 1 atau 2 liter per hari berbasis kartu identitas atau KTP," tambah Oke.

"Daftar lokasi penjualan (titik jual) Program MigorRakyat yang menggunakan platform Gurih Indomarko dan Warung Pangan IDFood dapat diakses oleh siapa saja," terang Oke. 

Baca Juga: Gara-Gara Minyak Goreng, Kepuasan Publik ke Jokowi Menurun ke 58,1%

Saat ini sudah ada 1.200 lokasi yang tersebar di lima provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatra Utara, dan Sulawesi Utara. Dalam waktu dekat, jumlahnya akan menjadi 10.000 lokasi di seluruh Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru