Ini alasan WHO coret 3 varian virus corona dari daftar VOI

Kamis, 23 September 2021 | 14:37 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Ini alasan WHO coret 3 varian virus corona dari daftar VOI

ILUSTRASI. Menurut WHO, VOI adalah varian virus corona yang memiliki kemampuan genetik, yang bisa memengaruhi karakteristik virus. Misalnya, bisa memengaruhi tingkat keparahan penyakit. REUTERS/Denis Balibouse.

KONTAN.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengeluarkan tiga varian baru virus corona dari daftar variant of interest atau VOI.

Ketiga varian baru virus corona itu adalah Eta (B.1.525), Iota (B.1.526), dan Kappa (B.1.617.1), yang kini berstatus bekas VOI.

"Berdasarkan penilaian, dan setelah berkonsultasi dengan pemangku kepentingan nasional dan regional serta dengan Kelompok Kerja Evolusi Virus pada 13 September 2021," kata WHO dalam dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan COVID-19 yang terbit Selasa (21/9).

Alhasil, varian Eta, Iota, dan Kappa masuk dalam kategori variants under monitoring (VUM), istilah baru yang sebelumnya WHO beri nama
alerts for further monitoring atau peringatan untuk pemantauan lebih lanjut.

Baca Juga: Kabar baik, kasus dan kematian global akibat COVID-19 dalam tren penurunan

Alasan WHO mengeluarkan ketiga varian itu dalam daftar VOI adalah, jumlah kasus yang dilaporkan dari Eta, Iota, dan Kappa telah menurun, baik di tingkat global, regional, maupun negara. 

"Bukti dari data sekuensing yang dikirimkan ke GISAID dan informasi yang tersedia untuk WHO menunjukkan penurunan substansial dalam kasus masing-masing varian di seluruh dunia," sebut WHO.

Itu berarti, risiko kesehatan masyarakat oleh varian Eta, Iota, dan Kappa berkurang dibanding dengan variant of concern (VOC) dan VOI lainnya.

Tinggal 2 varian dalam daftar VOI

Menurut WHO, VOI adalah varian virus corona yang memiliki kemampuan genetik, yang bisa memengaruhi karakteristik virus. 

Misalnya, bisa memengaruhi tingkat keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, penularan, hingga kemampuan menghindari diagnostik maupun pengobatan. 

Baca Juga: Kasus COVID-19 muncul lagi sejak Februari, kota di China ini terapkan semi-lockdown

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru