kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.869   26,00   0,15%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Ini alasan Korea Utara tolak 3 juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac


Kamis, 02 September 2021 / 12:38 WIB
Ini alasan Korea Utara tolak 3 juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac
ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker pelindung bepergian di tengah kekhawatiran atas penyakit virus corona baru atau COVID-19 di Pyongyang, Korea Utara, 30 Maret 2020. Kyodo/via REUTERS. 

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Korea Utara menolak sekitar tiga juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech asal China, dengan mengatakan itu harus dikirim ke negara-negara yang terkena dampak lebih parah, UNICEF mengungkapkan.

Badan PBB tersebut, yang membantu memberikan vaksin COVID-19 atas nama skema COVAX, mengatakan kepada Wall Street Journal, Kementerian Kesehatan Masyarakat Korea Utara menolak pengiriman vaksin Sinovac. 

Alasan Korea Utara: pasokan global yang terbatas untuk vaksin COVID-19 dan berlanjutnya lonjakan kasus virus corona di tempat lain.

Baca Juga: Kasus COVID-19 di Korea Selatan melonjak lagi, infeksi varian Delta mendominasi

Melansir Reuters, Korea Utara pada Juli lalu juga menolak pengiriman vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca karena kekhawatiran akan efek samping, menurut sebuah lembaga think-tank Korea Selatan.

Korea Utara belum melaporkan kasus COVID-19 dan telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

UNICEF tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

"Kami terus bekerja dengan otoritas Korea Utara untuk membantu menanggapi pandemi COVID-19," kata juru bicara Aliansi Global untuk Aliansi Vaksin dan Imunisasi, salah satu organisasi yang memimpin COVAX, dalam sebuah pernyataan melalui e-mail.

Selanjutnya: WHO: Korea Utara masih nol kasus Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×