Ini Agenda Bisnis Golden Energy Mines (GEMS) Tahun Ini

Rabu, 26 Januari 2022 | 07:00 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Ini Agenda Bisnis Golden Energy Mines (GEMS) Tahun Ini


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) telah menyiapkan agenda bisnis untuk di dalam negeri dan luar negeri pada tahun ini.

Melansir keterbukaan informasi 21 Januari 2022, Sekretaris Perusahaan GEMS, Sudin SH mengatakan pada tanggal 20 Januari 2022, pihaknya menerima surat dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara perihal pencabutan pelarangan penjualan batubara ke luar negeri di mana sesuai dengan evaluasi pemenuhan DMO sampai dengan 19 Januari 2022. 

Dengan evaluasi tersebut, maka larangan ekspor batubara dicabut bagi 139 pihak sebesar 100% atau lebih, di antaranya terdapat sejumlah anak perusahaan GEMS, yakni PT Borneo Indobara, PT Barasentosa Lestari, PT Karya Cemerlang Persada, PT Bungo Bara Makmur, dan PT Bungo Bara Utama. Sudin mengatakan, dampak kejadian ini akan mendukung dan memperkuat aktivitas operasional GEMS. 

Baca Juga: Anak Usaha Golden Energy Mines (GEMS) Dapat Izin Ekspor Batubara

Saat dikonfirmasi oleh Kontan.co.id hari ini Selasa (25/1), Sudin mengungkapkan sejauh ini yang sudah melaksanakan ekspor hanya Borneo Indobara dan Barasentosa Lestari dengan tujuan utama ke pasar China dan India. Perihal dampak pelarangan ekspor di awal tahun ini, Sudin mengatakan tidak ada dampak material.

"Di awal tahun, ada 5 kapal ekspor Borneo Indobara yang ditahan. Setelah izin ekspor dibuka tanggal 13 Januari 2022 untuk 5 kapal tersebut dengan kapasitas 450.000 ton dan kemudian secara resmi dibuka untuk yang memenuhi DMO. Saat ini kondisi sudah lancar dan kondusif bagi GEMS," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (25/1). 

Secara umum, Sudin melihat bahwa prospek bisnis batubara di 2022 diprediksi tetap menguat di sepanjang tahun. Dia berharap, pemerintah juga dapat menjaga momentum ini dan pemulihan ekonomi dapat tercapai dengan kerja sama yang baik. 

 

 

Maka dari itu, di tahun ini GEMS berencana untuk menambah pasokan batubara ke PLN di luar dari kewajiban DMO 25% dari produksi. Penyaluran tambahan pasokan itu sebesar 300.000 ton dari Borneo Indobara pada Januari 2022. "Khusus untuk Borneo Indobara, izin RKAB tahun ini 36 juta ton sehingga dengan DMO minimal 25% produksi maka kewajiban penjualan ke dalam negeri sebesar 9 juta ton," ungkapnya.

Di tahun ini, GEMS menganggarkan belanja modal untuk Borneo Indobara senilai US$ 22 juta. Namun, pihaknya belum memerinci untuk apa saja belanja modalnya di tahun ini. 

Adapun untuk penjualan ke luar negeri, Sudin menerangkan, strategi yang akan dilaksanakan GEMS tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Dia berharap tidak ada kondisi darurat yang mendadak sehingga rencana dan implementasi yang sudah dicanangkan dapat berjalan baik. "Pasar ekspor utama kami tetap China, India, dan negara-negara di ASEAN," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru