Ini 3 Strategi Warren Buffett dalam Menghadapi Pasar Bearish

Minggu, 15 Januari 2023 | 09:15 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Ini 3 Strategi Warren Buffett dalam Menghadapi Pasar Bearish


KONTAN.CO.ID - Warren Buffett sudah lama berkecimpung di dunia investasi. Warren Buffett sudah banyak pula mengalami pasar bearish dan pasar bullish. 

Gurufocus.com memberitakan, Warren Buffett bahkan memiliki strategi khusus saat menghadapi pasar bearish. Pasar bearish atau menurun biasanya digambarkan sebagai situasi yang buruk bagi investor. Saat kondisi pasar bearish, biasanya harga saham turun drastis, seringkali dalam rentang waktu yang singkat, dan menyebabkan kerugian bagi pemegang saham.

Menurut Warren Buffett, pasar bearish juga bisa menjadi hal yang baik bagi banyak investor. Siapa pun yang merupakan pembeli bersih saham, yang berarti mereka berencana untuk membeli saham dengan nilai moneter yang lebih besar daripada yang mereka jual, dapat membeli perusahaan berkualitas tinggi dengan harga lebih murah daripada yang dapat mereka lakukan selama pasar bullish sebelumnya.

Dan karena tujuan semua investor adalah membeli dengan harga rendah dan menjual dengan harga lebih tinggi, pasar bearish memberikan kesempatan untuk memenuhi setidaknya bagian pertama dari tujuan itu.

Baca Juga: Rekomendasi Ciamik ala Elon Musk dan Warren Buffett saat Terjadi Inflasi

Melansir gurufocus.com, setiap pasar bearish sebelumnya telah diikuti oleh pasar bullish. Terkadang, butuh waktu bertahun-tahun bagi pasar saham untuk pulih dari pasar bearish. Sementara di lain waktu bisa menjadi periode yang jauh lebih singkat. Poin ini sebelumnya telah disorot oleh Warren Buffett. 

Warren Buffett mengatakan, “Setiap dekade atau lebih, awan gelap akan memenuhi langit ekonomi, dan mereka sebentar lagi akan menurunkan hujan emas.”

Strategi Warren Buffett 

Berikut adalah tiga manuver terkenal Warren Buffett untuk berinvestasi saat pasar bearish seperti yang dilansir dari The Motley Fool: 

1. Tetap tenang 

"Kualitas terpenting bagi seorang investor adalah temperamen, bukan kecerdasan." 

Adalah normal dan berguna untuk menebak-nebak rencana "tahan selamanya" ketika keadaan berubah. Tentu saja, akan ada saat-saat ketika Anda harus menjatuhkan saham yang Anda pikir adalah penjaga. Perbedaan yang harus Anda buat adalah apakah keadaan telah berubah secara permanen atau sementara. 

Dan itu lebih mudah dilakukan ketika Anda dapat menganalisis apa yang terjadi dengan tenang dan rasional.  

Jika Anda membiarkan emosi Anda mengambil alih, mereka dapat meyakinkan Anda untuk membatalkan rencana, memotong kerugian, atau mengambil tindakan dramatis lainnya yang pasti akan mengurangi keuntungan jangka panjang. 

Baca Juga: Siasat Cemerlang Warren Buffett saat Hantu Inflasi Mengintai dan Pasar Bergejolak

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru