kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini 3 Pesan Penting dari BI untuk Hadapi Tantangan Global


Senin, 05 Desember 2022 / 05:30 WIB
Ini 3 Pesan Penting dari BI untuk Hadapi Tantangan Global

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) membagikan hal penting, yang bisa dijadikan bekal bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian 2023.  Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan Indonesia, agar perekonomian dalam negeri tetap berdaya di tengah gejolak global. 

Pertama, Indonesia harus waspada, tetapi tetap optimistis dalam menjalankan roda perekonomian tahun depan. Apalagi, tantangan global masih begitu kuat. 

“Waspada bahwa dunia sedang bergejolak karena perang Rusia dan Ukraina, risiko resesi, kenaikan suku bunga, penguatan dolar, hingga cash is the king,” terang Perry dalam Siniar Prospek Perekonomian dan Arah Bauran Kebijakan BI 2023, Jumat (2/12). 

Sedangkan terkait optimisme, jangan sampai ketidakpastian global membuat Indonesia berkecil hati. 

Baca Juga: Komitmen Erick Thohir Menyokong UMKM di Jawa Barat Dinilai Bisa Redam Dampak Resesi

Kedua, optimisme harus dilandaskan dengan sinergi dan inovasi kebijakan baik dari pemerintah maupun dari BI.

Bauran kebijakan ini bisa berkaitan dengan pengembangan infrastruktur fisik dan digital, termasuk hilirisasi, investasi, juga pengembangan SDM. Sedangkan sebagai otoritas moneter, BI memberikan bauran kebijakan untuk pro pertumbuhan dan pro stabilisasi. 

Ketiga, ketahanan dan kebangkitan. Berbagai bauran kebijakan yang diberikan BI dan pemerintah diharapkan mampu membuat perekonomian bertahan, untuk kemudian bangkit. 

Dengan ini, Perry berharap pertumbuhan ekonomi mampu berdaya di kisaran 4,5% hingga 5,3% secara tahunan dan inflasi akan kembali ke sasaran, yaitu 3% plus minus 1%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×