kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Inflasi Bulan April 2023 Diprediksi Turun


Kamis, 27 April 2023 / 05:47 WIB
ILUSTRASI. Inflasi pada April 2023 diperkirakan akan cukup terkendali jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan inflasi mereda. Inflasi pada bulan April 2023 diperkirakan akan cukup terkendali jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya meramal inflasi pada April 2023 akan mencapai 0,29% secara bulanan (mtm).

Sementara, inflasi tahunan berada pada angka 4,28% YoY, atau sedikit lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 4,97% YoY.

“Secara seasonal momen Ramadhani dan Idul Fitri menjadi faktor pendorong inflasi. Namun ketersediaan pasokannya bahan panga serta membaiknya distribusi menjadikan inflasi pada bulan April 2023 cukup terkendali,” ujar Banjaran kepada Kontan.co.id, Rabu (26/4).

Baca Juga: Ekonom: Inflasi Idul Fitri 2023 Melambat dari Tahun Sebelumnya

Banjaran bilang, proyeksi tersebut sejalan dengan ekspektasi peningkatan aktivitas perekonomian selama periode mudik di bulan April 2023 yang akan mendorong perputaran uang di daerah.

Ini juga sejalan dengan Survei badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memprediksi sebanyak 123,9 juta orang akan melakukan mudik di 2023.

Ia mengingatkan, meski ke depannya inflasi inti akan melandai, namun masih terdapat risiko lonjakan bahan pangan seiring efek El Nino sehingga menyebabkan musim kemarau tahun ini akan lebih kering.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan gagal panen pada sebagian komoditas pangan seperti padi dan cabai, sehingga akan mendorong kenaikan harga kelompok pangan bergejolak (volatile food).

“Untuk itu pemerintah perlu mengantisipasi dengan menyiapkan cadangan pangan yang memadai guna menjaga pasokan sampai akhir kemarau mendatang, serta memberikan subsidi dan pendampingan bagi petani dalam menghadapi musim kemarau,” imbuh Banjaran.

Baca Juga: Uang Beredar Berpotensi Naik Hingga 15% Jelang Pemilu 2024

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×