kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Industri Manufaktur Masih Berjuang, Pendapatan Pabrik di China Menurun


Sabtu, 11 Februari 2023 / 08:30 WIB
Industri Manufaktur Masih Berjuang, Pendapatan Pabrik di China Menurun

Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Industri manufaktur masih berjuang untuk pulih, pendapatan pabrik di China pada Januari 2023 menurun.

Penurunan ini tidak sesuai dengan prediksi para ekonom. Kondisi tersebut menunjukan bahwa permintaan domestik setelah kebijakan nol Covid dihapus belum cukup kuat untuk menghidupkan kembali sektor di industri hulu.

Meskipun aktivitas manufaktur China kembali tumbuh di bulan Januari, Indeks harga produsen (IHP) turun 0,8%, lebih cepat dari penurunan 0,5% yang diperkirakan dalam jajak pendapat Reuters.

Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) pada Jumat (10/2), menunjukkan, indeks harga konsumen (IHK) China pada bulan Januari 2023 tercatat 2,1%, lebih tinggi periode sama dari tahun sebelumnya. Angka tersebut naik dari yang biasanya hanya 1,8% setiap tahun per periode Desember.

Data NBS menunjukan peningkatan IHK didorong oleh lonjakan belanja musiman selama festival Tahun Baru Imlek. Harga tiket pesawat, tiket film, dan harga perjalanan juga masing-masing naik 20,3%, 10,7% dan 9,3%.

Baca Juga: China Ogah Terima Telpon dari Menteri Pertahanan AS, Mengapa?

Ekonom memperkirakan biaya hidup di China akan naik dalam beberapa bulan mendatang karena kebijakan nol Covid  telah dihapus. Orang-orang di balik kebijakan tersebut mengharapkan China untuk tetap berpegang pada target inflasi sekitar 3% tahun ini, sama seperti tahun lalu.

Sementara analis memperkirakan inflasi China akan tetap jauh lebih rendah dari inflasi di negara-negara Barat dan memperkirakan pelonggaran moneter lebih mungkin terjadi daripada pengetatan.

“Mungkin akan ada pemotongan tingkat suku bunga lebih lanjut. Mungkin akan segera rilis Rabu depan,” ujar ekonom senior China di Capital Economics Julian Evans Pritchard.

Negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu terus menghadapi hambatan yang signifikan, termasuk dalam sektor properti, lemahnya permintaan ekspor, serta tingkat pengangguran kaum muda yang hampir memecahkan rekor.

Kepala ekonom di Guotai Junan International Zhou Hao dalam laporannya mengatakan penurunan IHP bulanan sangat mengejutkan dan itu menunjukan bahwa sektor manufaktur belum berjalan dengan kecepatan penuh.

Penurunan harga pabrik tidak terduga karena aktivitas ekonomi China kembali tumbuh di bulan Januari 2023. Indeks manufaktur atau purchasing managers' index (PMI) China yang mengukur aktivitas manufaktur telah berada melewati ambang batas 50 poin untuk pertama kalinya sejak September.

Pejabat senior pemerintah telah berulang kali mengisyaratkan niat mereka untuk memanfaatkan kekuatan konsumen dari 1,4 miliar penduduk negara itu setelah pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 merosot ke level terendah dalam hampir setengah abad.

Baca Juga: Ini Tujuan AS Memberlakukan Tarif Tinggi terhadap Aluminium Rusia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

×