kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.770   36,00   0,20%
  • IDX 6.262   6,69   0,11%
  • KOMPAS100 833   2,03   0,24%
  • LQ45 630   5,79   0,93%
  • ISSI 214   0,96   0,45%
  • IDX30 358   3,34   0,94%
  • IDXHIDIV20 439   3,74   0,86%
  • IDX80 95   0,68   0,72%
  • IDXV30 115   -0,38   -0,33%
  • IDXQ30 115   1,57   1,38%

Indonesia Battery Corporation (IBC) Ancang-ancang Masuk Industri Motor Listrik


Sabtu, 11 Juni 2022 / 06:15 WIB

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Battery Corporation (IBC) atau PT Industri Baterai Indonesia (IBI) mengambil ancang-ancang untuk masuk ke industri kendaraan listrik roda dua.

SVP Corporate Strategy & Business Development IBC Adhietya Saputra menuturkan, IBC merencanakan dapat turut serta dalam pasar kendaraan listrik roda dua ke depannya.

Bahkan saat ini IBC tengah menyelesaikan negosiasi dengan mitra untuk rencana pengembangan platform motor listrik. Kendati demikian, Adhietya belum bisa merinci lebih jauh terkait detail kerjasama ini.

Baca Juga: Menhub Apresiasi Hasil Karya Bus Listrik Buatan Universitas Indonesia Dukung G20

"Kita akan menjadi setidaknya pemain juga di segmen two wheels market ini sehingga kita bisa masuk. Tidak sampai menjadi dominant market leader tapi setidaknya bisa mencapai market share di 30% smpai 50%," kata Adhietya dalam Acara Closing Bell, Jumat (10/6).

Ia menambahkan, saat ini industri motor listrik tanah air masih terus bertumbuh. Tercatat, mulai banyak perusahaan yang mulai memproduksi unit kendaraan listrik meskipun belum dalam jumlah yang signifikan.

Baca Juga: Investasi Kendaraan Listrik Kian Marak, Begini Catatan Pengamat

Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Selain itu, perlu dibangun ekosistem yang homogen agar pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua dapat terpacu.

"Ada banyak hal yang tentunya perlu dibangun mulai dari product development, branding, bagaimana kita bisa masuk ke pasar dan menarik customer," pungkas Adhietya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×