Incar bisnis ritel banking, simak rencana Bank Permata (BNLI)

Rabu, 15 September 2021 | 06:20 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Incar bisnis ritel banking, simak rencana Bank Permata (BNLI)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengungkapkan, potensi bisnis ritel banking di Indonesia masih sangat besar. Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia yang yang belum mendapat akses layanan financial masih besar sekali.

Untuk mengakses kelompok masyarakat ini, Bank Permata selama ini banyak melakukan kolaborasi dengan fintech. Namun, perusahaan juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspansi secara anorganik ke depan untuk menyasar kelompok tersebut sehingga memperkuat bisnis ritel ke depan.

"Kalau ada peluang untuk kita tumbuh secara anorganik, kita akan coba eksplorasi. Semua kesempatan adalah sesuatu yang memungkinkan untuk tujuan meningkatkan skala bisnis ritel," kata Direktur Retail Bank Permata Djumariah Tenteram dalam paparan virtual, Selasa (14/9).

Dia menambahkan, peluang ritel banking sangat besar karena dari 270 juta populasi Indonesia masih sangat terbatas yang memiliki akses ke ranah perbankan. Kelompok yang belum dapat akses tersebut saat ini banyak digarap oleh fintech. Itu sebabnya Bank Permata melakukan kolaborasi dengan fintech untuk bisa menjangkau mereka.

Baca Juga: CAR masih kuat, Bank Permata tak akan tambah modal hingga 5 tahun ke depan

 

 

Di tengah perkembangan e-commerce, Bank Permata juga mulai masuk ke bisnis paylater dengan bekerjasama dengan mitra strategis yang sudah memiliki layanan tersebut.  "Paylater memang kami biayai lewat kerjasama dengan produk seperti channeling," ungkap Djumariah.

Sementara bisnis kartu kredit perseroan saat ini masih mengalami perlambatan sejalan dengan perlambatan industri akibat dampak pandemi Covid-19.

Memasuki tahun 2021, Bank Permata sudah ada perbaikan transaksi kartu kredit meskipun belum kembali ke masa pra pandemi.

Bank Permata mencatat telah terjadi kenaikan bisnis kartu kredit hampir 30% pada kuartal II dibandingkan level terendahnya tahun lalu. Itu banyak digunakan untuk transaksi berbelanja.

"Tetapi begitu PPKM, kembali turun karena memang kartu kredit ini sangat sensitif terhadap pembatasan mobilitas," pungkas Djumariah.

 

Selanjutnya: Gandeng Investree, BPR Lestari salurkan pembiayaan ke UKM

 

Editor: Anna Suci Perwitasari
Terbaru