kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Impor BBM SPBU Swasta Resmi Jalan, Kuota 2026 Berpeluang Naik 10%


Rabu, 07 Januari 2026 / 05:19 WIB
Impor BBM SPBU Swasta Resmi Jalan, Kuota 2026 Berpeluang Naik 10%
ILUSTRASI. Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman (NULL/NULL)

Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa impor bahan bakar minyak (BBM) oleh badan usaha pengelola SPBU swasta telah mulai berjalan. Seiring dengan itu, kuota impor BBM untuk SPBU swasta pada 2026 berpeluang kembali meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa badan usaha SPBU swasta kini telah diperbolehkan melakukan impor BBM dan proses penyalurannya sudah berlangsung.

“Sudah, iya boleh. Berarti mulai sekarang impornya,” kata Laode saat ditemui di Jakarta, Senin (5/1/2026) malam.

Terkait besaran kuota impor BBM tahun 2026, Laode mengindikasikan bahwa pola penetapannya tidak akan jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia merujuk pada tren kenaikan kuota impor sekitar 10% yang telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.

“Mirip lah. Sama,” ujarnya singkat.

Laode juga menjelaskan bahwa pengajuan impor BBM oleh SPBU swasta sebenarnya telah dilakukan jauh hari. Menurutnya, permohonan impor bahkan sudah diajukan sebelum Desember 2025, mengingat proses pengiriman BBM dari luar negeri membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Kalau pengajuannya sudah dilakukan jauh-jauh hari, sebelum Desember mereka sudah mengajukan,” jelasnya.

Baca Juga: Kapan Puasa Ramadhan & Lebaran 2026? Ini Jadwal NU, Muhammadiyah & Pemerintah

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga mengungkapkan adanya peluang penambahan kuota impor BBM bagi badan usaha pemilik SPBU swasta pada 2026. Penetapan kuota tersebut akan menyesuaikan dengan realisasi penjualan BBM serta asumsi pertumbuhan konsumsi nasional.

“Untuk 2026 itu menyesuaikan dengan penjualan, kemudian itu juga ada asumsi kenaikan,” ujar Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Yuliot menambahkan, saat ini pengajuan kuota impor BBM dari SPBU swasta telah masuk ke Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM dan masih berada dalam tahap penyelesaian. Namun, pemerintah belum merinci volume impor yang diajukan maupun kuota yang akan disetujui.

Berdasarkan catatan Kontan, Kementerian ESDM akan menetapkan kuota impor BBM 2026 bagi badan usaha pengelola SPBU swasta seperti Shell, BP, Vivo, dan ExxonMobil melalui rapat internal Direktorat Jenderal Migas. Selanjutnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan memutuskan skema impor BBM SPBU swasta yang berlaku pada 2026.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penambahan kuota impor BBM sebesar 10% dibandingkan kuota impor 2025.

Tonton: ESDM Beri Relaksasi RKAB 2026, Tambang Tetap Bisa Berproduksi hingga 31 Maret

“Itu salah satu opsi,” kata Laode.

Sebagai informasi, kebijakan serupa sebelumnya telah diterapkan pemerintah pada 2025, dengan menaikkan kuota impor BBM SPBU swasta sebesar 10% dibandingkan dengan kuota impor tahun 2024.

Kesimpulan

Dimulainya impor BBM oleh SPBU swasta menandai kelonggaran kebijakan pasokan energi sekaligus respons pemerintah terhadap tren kenaikan konsumsi domestik. Isyarat kenaikan kuota impor sekitar 10% pada 2026 mencerminkan pola kebijakan yang berulang, namun juga menggarisbawahi ketergantungan yang masih kuat pada pasokan luar negeri di tengah keterbatasan produksi dalam negeri. Meski bertujuan menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan BBM, keputusan ini berpotensi memperlebar defisit migas jika tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas kilang dan efisiensi konsumsi nasional.

Selanjutnya: Terbebani Data Ekonomi, Rupiah Masih Terpuruk

Menarik Dibaca: Kapan Tanggal Merah di Januari 2026? Ada Long Weekend di Pertengahan Bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

×