Nasional

Impor bahan baku dan bahan penolong catatkan penurunan terdalam di tahun lalu

Jumat, 15 Januari 2021 | 18:05 WIB   Reporter: Bidara Pink
Impor bahan baku dan bahan penolong catatkan penurunan terdalam di tahun lalu

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total impor Indonesia di sepanjang tahun 2020, atau dalam periode Januari 2020 hingga Desember 2020 sebesar US$ 141,57 miliar. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kalau nilai tersebut mengalami penurunan yang cukup dalam, yaitu 17,34% bila dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar US$ 171,28 miliar. 

“Tahun 2020 adalah tahun yang luar biasa karena pandemi mengganggu dari sisi supply maupun demand. Sehingga, bisa dipahami kalau ada penuruan impor dan juga bisa dilihat  dalam data pertumbuhan ekonomi, berbagai sektor mengalami kontraksi,” ujar Suhariyanto, Jumat (15/1). 

Baca Juga: Turun 2,6%, nilai ekspor Indonesia di tahun 2020 capai US$ 163,31 miliar

Dari total impor tersebut, pangsa yang paling besar adalah berupa mesin dan peralatan mekanis sebesar 17,13% dari total ekspor dan mesin serta perlengkapan elektrik dengan pangsa 14,95%.

Bila menilik impor Indonesia berdasarkan penggunaan barang, semua impor yang dilakukan oleh Indonesia mengalami penurunan impor. 

Seperti contohnya impor barang konsumsi. BPS mencatat impor barang konsumsi sebesar US$ 14,66 miliar atau turun 10,93% dari capaian pada tahun 2019 yang sebesar US$ 16,45 miliar. 

Sementara impor bahan baku atau penolong tercatat sebesar US$ 103,21 miliar atau tergerus minus 18,32% dari impor bahan baku pada tahun 2019 yang sebesar US$ 126,36 miliar. 

Baca Juga: Sepanjang 2020, neraca perdagangan mencatat surplus US$ 21,74 miliar

Kemudian, impor barang modal tercatat sebesar US$ 23,70 miliar atau turun 16,73% yoy dari tahun 2019 yang sebesar US$ 28,47 miliar. 

Ke depan, Suhariyanto berharap kalau prospek impor bisa lebih baik lagi. Hal ini seiring dengan adanya proses vaksinasi dan harapan akan kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan sehingga ini bisa membantu perekonomian bisa pulih lebih cepat. 

Selanjutnya: Neraca dagang Desember 2020 surplus US$ 2,1 miliar

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru