kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

IMF peringatkan krisis ekonomi akibat Covid-19 bisa semakin panjang


Kamis, 25 Februari 2021 / 18:50 WIB
IMF peringatkan krisis ekonomi akibat Covid-19 bisa semakin panjang

Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pandemi corona menyebabkan resesi dan krisis ekonomi global. International Monetary Fund (IMF) mengingatkan, krisis ekonomi tersebut bisa berlangsung dalam jangka panjang.

Kepala International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva pada hari Rabu (24/2) mengatakan bahwa pandemi akan menyebabkan krisis ekonomi berkepanjangan. Banyak negara akan semakin tertinggal akibat krisis ini.

Dalam pesan yang dikirimnya ke pertemuan negara-negera G20 hari Jumat (19/2) lalu, Georgieva mendesak pemerintah untuk meningkatkan distribusi vaksin agar Covid-19 bisa segera dikendalikan.

"Kemajuan yang lebih cepat dalam mengakhiri krisis kesehatan dapat meningkatkan pendapatan global secara kumulatif sebesar US$ 9 triliun selama tahun 2020-2025. Itu akan menguntungkan semua negara," ungkap Georgieva dalam unggahan di situs resmi IMF (24/2).

Ia menjelaskan bahwa pendapatan tersebut harus digunakan untuk pembiayaan untuk vaksinasi, realokasi kelebihan pasokan ke negara-negara dengan kekurangan, dan peningkatan produksi vaksin.

Pada akhir tahun 2022 mendatang, pasar berkembang dan negara berkembang disebut akan mencatat pendapatan per kapita 22% lebih rendah dari masa sebelum krisis. Sementara di negara maju, nilainya hanya 13% lebih rendah.

Baca Juga: Bank Dunia: Palestina harus bekerja sama dengan Israel untuk vaksinasi Covid-19

Georgieva memperingatkan bahwa fenomena tersebut akan membawa jutaan masyarakat dunia jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem.

Untuk mengatasi masalah tersebut, IMF menyebut perlu adanya kolaborasi internasional yang lebih kuat untuk mempercepat peluncuran vaksin di negara-negara miskin.

IMF memperkirakan lebih dari separuh dari 110 negara berkembang dan berkembang di dunia akan mengalami penurunan pendapatan lebih jauh di belakang ekonomi maju hingga akhir tahun depan.

Lebih lanjut, krisis ekonomi akibat pandemi ini juga akan memperlebar kesenjangan pendapatan di negara-negara berkembang, terutama karena jutaan anak masih menghadapi gangguan pendidikan.

Setelah ini para menteri keuangan dari negara anggota G20 beserta kepala bank sentral akan bertemu melalui konferensi video untuk membahas keadaan pemulihan dan cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut. Pertemuan kali ini menempatkan Italia sebagai pemimpinnya.

Selanjutnya: Palestina menuduh Israel telah memblokir vaksin COVID-19 bagi tenaga medis di Gaza

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×