Iklim Investasi Hulu Migas Tanah Air Kembali Bergelora, Ini Sebabnya

Kamis, 28 Juli 2022 | 08:00 WIB   Reporter: Filemon Agung
Iklim Investasi Hulu Migas Tanah Air Kembali Bergelora, Ini Sebabnya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Iklim investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) tanah air kembali bergelora. Sejumlah investor dikabarkan berniat untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan, minat investasi ini bahkan juga berasal dari perusahaan migas yang pernah menanamkan investasinya di Indonesia. Salah satu faktor pendorongnya yakni hasil pengeboran Sumur Timpan-1 di Laut Andaman.

"Justru mereka mulai melirik lagi, kita sebut ini play opener yang membuka gairah orang berinvestasi kembali di Indonesia," ungkap Dwi ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) Rabu (27/7).

Baca Juga: Wapres: Sektor Migas Memainkan Peran Strategis dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dwi melanjutkan, kesuksesan di Andaman 2 membuat potensi investasi di area sekitar ikut meningkat. Salah satunya, untuk Wilayah Kerja (WK) Migas yang dilelang dalam Lelang WK Migas Tahap I 2022 yakni 

Tercatat ada dua WK di Laut Aceh yang akan ditawarkan dalam lelang tahap I ini yakni WK Offshore North West Aceh (Meulaboh), serta WK Offshore South West Aceh (Singkil).

"Kita sudah ada komunikasi dengan Total dan Equinor, tentu saja dengan kita nanti harap betul-betul Total masuk ke Indonesia," ungkap Dwi.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif menilai, kesuksesan pengeboran di Sumur Timpan-1 juga menjadi salah satu faktor pendorong untuk investasi ke depannya.

Baca Juga: Andaman Bisa Tarik Investasi Hulu Migas, Pemerintah Diminta Siapkan Insentif Menarik

"Satu, itu faktornya. Kedua, juga dengan krisis energi yang saat ini dialami, otomatis memang harus dicari sumber-sumber baru," terang Arifin di Kementerian ESDM, Rabu (20/7).

Arifin menyebutkan, saat ini investor mulai merespons kelangkaan pasokan yang terjadi juga sebagai upaya mengamankan kebutuhan jangka panjang. Sejumlah perusahaan migas internasional kini sudah mulai menjajaki potensi pengembangan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru