kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ikappi: Puncak Kenaikan Harga Pangan H-3 Lebaran


Senin, 17 April 2023 / 06:45 WIB
Ikappi: Puncak Kenaikan Harga Pangan H-3 Lebaran

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyebut, permintaan komoditi pangan sudah mengalami kenaikan. Adapun untuk harga pangan, biasanya puncak kenaikan terjadi saat H-3 jelang Idul Fitri.

Tren harga pangan yang naik biasanya terjadi pada H-3 IdulFitri sampai dengan pasca IdulFitri yakni H+2 atau H+ lebaran. "Puncak-puncak kenaikan harga nanti saat tiga hari menjelang idul fitri. Permintaan mulai ada kenaikan," kata Reynaldi Sarijowan Sekretaris Jenderal Ikappi kepada Kontan.co.id, Minggu (16/4).

Saat ini harga komoditi pangan di pasaran antara lain, gula pasir Reynaldi menyebut sudah di level Rp15.000 per kilogram. Sedangkan daging sapi ada di harga Rp143.000 hingga Rp140.000.

Baca Juga: Stok Daging Sapi dan Kerbau Capai 34.784 Ton, Mentan: Cukup untuk Kebutuhan Lebaran

"Daging yang masih relatif tinggi namun kami masih memantau apakah harga daging ini mampu tertahan bahkan turun dengan terbantukan-nya oleh daging kerbau impor. Jika terdistribusi merata dengan di pasar tradisional saya kira mampu menekan harga daging di pasaran," kata Reynaldi.

Kemudian untuk kebutuhan pokok seperti cabai menurutnya juga masih dilevel harga yang tinggi. Ia mengatakan, rata-rata cabai rawit merah sekarang ada level Rp55.000 - Rp60.000 per kilogram. Kemudian bawang putih diangka Rp35.000-Rp36.000, bawang merah Rp42.000-Rp43.000 per kilogram.

Kemudian untuk telur ayam, Ia mengatakan ada diharga Rp29.000 hingga Rp30.000. Sedangkan ayam ras masih konsisten di Rp39.000 hingga Rp40.000 per ekor.

"Hampir setiap komoditas ini sudah banyak permintaannya karena memasuki fase ke-2 menjelang idul fitri," paparnya.

Meski demikian untuk stok pangan di pasaran, Reynaldi menyebut masih dalam kondisi aman. Namun, Ia menyebut perlu adanya subsidi silang surplus pangan di daerah tertentu ke daerah yang konsumsi tinggi, hal tersebut untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan terutama jelang lebaran.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Rachmi Widriani menjelaskan, Badan Pangan Nasional melakukan beberapa upaya untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan saat puasa dan jelang lebaran nanti.

Di antaranya, ialah pelaksanaan Gelar Pangan Murah (GPM) di seluruh wilayah, yang bekerjasama dengan dinas di daerah, BUMN, Bulog, Asosiasi dan petani setempat.

Tak hanya itu, Rachmi menyebut, pemerintah juga melakukan fasilitasi biaya distribusi pangan dari wilayah sentra produksi ke wilayah konsumsi. Kemudian melakukan penyaluran bantuan pangan beras sejak Maret lalu dan bantuan pangan daging ayam dan telur mulai Sabtu (15/4) kemarin.

Baca Juga: Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Kuartal I-2023 Diperkirakan Melambat, Ini Sebabnya

"Juga menyalurkan CPP melalui program SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan). Kemudian terus menyampaikan pesan Stop Boros Pangan dan diversifikasi pangan. Dan memastikan distribusi pangan antar wilayah lancar bekerjasama dgn Kemenhub, BUMN dan Kemendagri," kata Rachmi.

Selain itu pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pangan yang masih didukung impor. Ia mengatakan, ketersediaan untuk daging lembu, bawang putih dan gula menjelang lebaran aman.

"Saat ini sudah tiba bawang putih sekitar 55.000 ton, 31.800 ton daging beku dan 55.700 gula (GKM dan GKP) untuk memenuhi kebutuhan jelang hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

×