Global

Hyundai dan Kia didenda US$ 210 juta karena lamban melakukan penggantian unit

Senin, 30 November 2020 | 01:00 WIB   Reporter: Anggar Septiadi
Hyundai dan Kia didenda US$ 210 juta karena lamban melakukan penggantian unit


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hyundai Motor America, dan Kia Motor America didenda National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) lantaran dinilai lamban dalam melakukan penggantian unit rusaknya di pasaran. 

Mengutip Bloomberg, Minggu (29/11), kedua perusahaan telah sepakat membayar denda total US$ 210 jta. US$ 140 juta ddikenakan kepada KIA, sedangkan Hyundai didenda US$ 70 juta.

“Keamanan adalah prioritas utama kami. Sangat penting buat pabrikan untuk segera melakukan penggantian unit dan memberikan informasi yang cukup bagi otoritas,” ungkap Deputy Administrator NHTSA James Owen. 

Selain mesti membayar denda, Kia juga diwajibkan mendirikan kantor keamanan khusus di AS, sementara Hyundai diwajibkan membangunan fasilitas uji keamanan. Keuda perusahaan juga diwajibkan menggunakan jasa audit independen yang mesti melaporkan tinjauan komperhensif terhadap aspek kemanan kepada NHTSA.

Baca Juga: Tesla kalahkan gabungan kapitalisasi Toyota, Volkswagen, GM, Ford, FFCA & PUGOY

Hyundai dan Kia juga diwajibkan menyusun program analisis untuk mendeteksi kecacatan produksi yang lebih baik. Adapun cacat produksi kedua pabrikan ini ditemukan karena adanya tumpukan kotoran di saluran oli yang mengakibatkan indikator mesin di dasbor akan terus menyala sebelum mesin mati. NHTSA sendiri mengaku belum menemukan kasus kecelakaan akibat cacat pabrik ini.

“Kami menghargai ketentuan dari Departemen Tranportasi AS, dan NHTSA serta akan terus bekerja samauntuk menidentifikasi dan menangani potensi masalah keselamatan,” tulis Hyundai dalam keterangan resminya. 

Sementara KIA America dalam pernyataan resminya juga mengapresiasi langkah otoritas keamanan AS yang telah memberikan teguran kepada perusahaan. Adapun Executive Director Center for Auto Safety Jason Levine juga turut memberikan apresiasi kepada dua perusahaan tersebut. “Langkah otoritas menguatkan kekhwatiran jutaan konsumen yang tentang bahaya kemanan berkendara,” ungkapnya.

Selanjutnya: Volkswagen teken kesepakatan dengan Traton-Navistar senilai US$ 3,7 miliar

 

Editor: Handoyo .


Terbaru