kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

HUT Ke-77 Polwan: Sejarah Polisi Wanita di Indonesia dan Kontribusinya


Minggu, 31 Agustus 2025 / 08:00 WIB
HUT Ke-77 Polwan: Sejarah Polisi Wanita di Indonesia dan Kontribusinya
ILUSTRASI. Sejumlah anggota Polri mengikuti acara perayaan HUT Bhayangkara ke 78 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2024). Tribunnews/Jeprima

Penulis: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Pahami sejarah Hari Polwan 1 September termasuk HUT Ke-77. Pada tahun 2025 merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) ke-77.

Momen ini penting untuk mengenang perjalanan panjang kiprah Polwan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Indonesia.

Lalu, seperti apa sejarah lahirnya Polisi Wanita di Indonesia dan perannya? Cek informasi selengkapnya.

Baca Juga: Selamat Hari Polwan! 40 Ucapan Inspiratif untuk Pahlawan Perempuan di Indonesia

Sejarah Polwan

Polisi Wanita berawal pada tahun 1948, saat Pemerintah Republik Indonesia meresmikan pendidikan polisi khusus perempuan di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Kala itu, kebutuhan akan kehadiran polisi wanita sangat mendesak, terutama untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak, serta melakukan pemeriksaan yang sesuai norma kesopanan.

Dari sinilah lahir angkatan pertama Polwan yang menjadi tonggak sejarah pengabdian mereka bagi bangsa. Peran Polwan terus berkembang seiring zaman.

Baca Juga: FITRA Ungkap Rp 2,6 Triliun Uang Negara Habis untuk Alat Represif Polisi

Pada 1 September 1948, tercatat enam perempuan pertama yang secara resmi mengikuti pendidikan khusus untuk menjadi Polisi Wanita (Polwan). Mereka adalah Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher.

Setelah menempuh masa pendidikan, pada 1 Mei 1951 keenam calon inspektur ini dinyatakan lulus dan mulai mengemban tugas di Djawatan Kepolisian Negara serta Komisariat Polisi Jakarta Raya.

Peran mereka difokuskan pada penanganan kasus yang melibatkan perempuan, anak-anak, serta permasalahan sosial. Tugas khusus yang diemban meliputi penyelidikan, pencegahan, hingga pemberantasan tindak kejahatan yang menyasar atau dilakukan oleh perempuan dan anak-anak.

Baca Juga: Prabowo Pastikan Beri Hukuman ke Polisi yang Tewaskan Pengemudi Ojol

Selain itu, mereka juga bertugas mendampingi polisi umum dalam proses pemeriksaan perkara, khususnya ketika menyangkut terdakwa atau saksi perempuan yang membutuhkan pemeriksaan fisik.

Dari keenam Polwan perintis ini turut berperan penting dalam pengawasan serta pemberantasan praktik pelacuran dan perdagangan perempuan maupun anak-anak, menjadikan kiprah mereka sebagai tonggak awal hadirnya Polwan di Indonesia.

Tidak hanya terbatas pada bidang perlindungan perempuan dan anak, Polwan kini aktif dalam berbagai lini. Mulai dari lalu lintas, intelijen, hingga penugasan di wilayah konflik dan misi perdamaian internasional. 

Polwan menjadi simbol keseimbangan antara ketegasan aparat penegak hukum dan kelembutan dalam pendekatan kemanusiaan.

Baca Juga: Ricuh Demo di DPR RI, Sejumlah Massa Alami Luka Saat Polisi Bubarkan Massa

Tema HUT Ke-77 Polwan 2025

Di usia ke-77, Polwan telah membuktikan kontribusinya dalam membangun citra kepolisian yang lebih humanis.  Melansir dari laman Humas Polri, HUT ke-77 Polwan mengangkat tema "Polri untuk Masyarakat".

Kehadiran Polwan tidak hanya memperkuat institusi Polri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda perempuan Indonesia untuk berani mengambil peran strategis dalam bidang keamanan, hukum, dan pelayanan masyarakat.

Dengan semangat profesionalisme dan pengabdian, Polwan diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman serta menjunjung tinggi nilai keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tonton: Layanan Transjakarta Masih Dihentikan Sementara Sabtu (30/8/2025) Pagi

Selanjutnya: Tawaran Imbalan Pasti dan Halal di Pasar yang Masih Rawan

Menarik Dibaca: Cara Membersihkan Mesin Pembuat Kopi yang Tepat agar Higienis dan Tahan Lama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

×