kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45981,95   -981,95   -100.00%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hingga Tutup Tahun, Jababeka (KIJA) Targetkan Marketing Sales Rp 2 Triliun


Senin, 22 Mei 2023 / 10:30 WIB
Hingga Tutup Tahun, Jababeka (KIJA) Targetkan Marketing Sales Rp 2 Triliun

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jababeka Tbk (KIJA) membidik marketing sales sebesar Rp 2 triliun di tahun 2023. Rinciannya, Rp 1,2 triliun dari penjualan lahan di Cikarang dan Rp 800 miliar berasal dari penjualan lahan industri di Kendal. 

Jababeka optimistis dapat mencapai target dengan didukung oleh pipeline yang solid dan menjanjikan untuk penjualan lahan industri di Cikarang dan Kendal.

Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda mengatakan sampai dengan kuartal I-2023, penjualan lahan mencapai sebesar Rp 536 miliar, di mana mayoritas penjualan berasal dari Kendal.

“Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Kami optimis permintaan lahan industri akan menguat dan mencapai target perseroan di tahun 2023,” kata Muljadi kepada Kontan.co.id, Minggu (21/5). 

Baca Juga: Kinerja Moncer, Jababeka (KIJA) Raih Laba Rp 322,3 Miliar pada Kuartal I

Untuk mencapai targetnya, KIJA telah meluncurkan Kawasan Industri Jababeka (KIJ) tahap 9, yang terdiri dari halal industrial clusters, biotech and medical clusters serta hightech startups clusters

“Untuk Kendal, didorong oleh FDI dan ekspansi industri lokal serta status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ungkapnya. 

Dalam catatan KONTAN, KIJA juga menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 400 miliar di tahun 2023. Dana ini akan dialokasikan untuk rencana akuisisi lahan dan biaya operasional perseroan.

Perseroan telah mengalokasikan anggaran untuk masing-masing pengeluaran yakni sebesar Rp 250 miliar di mana 70% untuk Cikarang dan sisanya di Kendal. Kemudian dana juga digunakan untuk akuisisi lahan serta biaya pemeliharaan infrastruktur sebesar Rp 150 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×