Hingga tahun depan, MARK optimistis dapat mempertahankan tren kinerja positif

Sabtu, 06 November 2021 | 07:25 WIB   Reporter: Dimas Andi
Hingga tahun depan, MARK optimistis dapat mempertahankan tren kinerja positif


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen cetakan sarung tangan, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) optimistis dapat melanjutkan tren positif atas kinerja bisnisnya dalam beberapa waktu ke depan.

Sebagai informasi, penjualan MARK per kuartal III-2021 melesat 141,57% (yoy) menjadi Rp 832,14 miliar. Begitu pula dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk MARK melonjak 203,60% (yoy) menjadi Rp 276,13 miliar.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh menyampaikan, berkaca pada hasil tersebut, ia memproyeksikan kinerja MARK di sisa kuartal IV-2021 akan tetap berada dalam jalur yang positif. Manajemen MARK pun memprediksi penjualan dapat mencapai Rp 1,2 triliun dengan laba bersih sebanyak Rp 400 miliar di akhir tahun ini.

Perusahaan ini juga memperkirakan bahwa di awal tahun depan masih dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. “Tren positif ini akan terus berlanjut di tahun 2022 walau kenaikannya tidak sebesar di tahun 2021,” ujar dia, Kamis (5/11).

Faktor penentu kinerja MARK adalah semakin banyaknya permintaan terhadap sarung tangan kesehatan secara global yang menyebabkan produsen sarung tangan mesti terus mengerek produksinya. Alhasil, permintaan terhadap cetakan sarung tangan bakal ikut meningkat.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) raup penjualan Rp 832,14 miliar hingga kuartal III-2021

Pihak MARK sendiri terus fokus untuk memenuhi permintaan pelanggan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas produk. Oleh karena itu, MARK terus meningkatkan fungsi research & development (R&D) serta berinovasi dalam proses produksi agar tercapai produk yang efisien dan berkualitas.

Ridwan menjelaskan, sejauh ini target pasar MARK sebagian besar adalah pasar ekspor. Hal ini dikarenakan produsen sarung tangan di luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, dan China memegang pangsa pasar sarung tangan kesehatan dunia. “Untuk Malaysia saja, mereka memegang 65% pangsa pasar sarung tangan kesehatan dunia,” imbuh dia.

Selain Malaysia, MARK juga mengekspor cetakan sarung tangan ke Thailand, Vietnam, dan China. MARK juga melakukan penetrasi pasar ke India, Afrika, dan Amerika dalam rangka memperlebar pangsa pasar ekspor.

 

 

Adapun untuk penjualan MARK di pasar domestik, kemungkinan porsinya masih di sekitar 5%. Ini mengingat Indonesia hanya memegang 3% dari total pangsa pasar sarung tangan kesehatan secara global.

Ridwan juga menyebut bahwa rampungnya pabrik cetakan sarung tangan ke-3 di Tanjung Morowa, Deli Serdang, Sumatera Utara, akan berdampak positif bagi MARK. Sebab, volume penjualan MARK akan meningkat sehingga dengan sendirinya perusahaan ini juga bisa mencetak kenaikan laba bersih.

Dalam catatan Kontan, MARK masih akan menambah kapasitas pabrik cetakan sarung tangan di Tanjung Morowa menjadi 1,8 juta pieces per bulan sampai akhir tahun 2021. Sementara per kuartal III-2021, kapasitas pabrik tersebut sudah mencapai kisaran 1,7 juta pieces per bulan.

“Dana investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi tersebut adalah sebesar Rp 150 miliar yang digunakan untuk membangun pabrik kami yang ke-3,” pungkas Ridwan.

Selanjutnya: Mark Dynamics (MARK) serap dana capex Rp 130 miliar hingga kuartal III

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru