kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Hingga September, aset UUS BNI Life naik 32,48%


Kamis, 24 Desember 2020 / 05:10 WIB

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski ada pandemi unit usaha syariah PT BNI Life Insurance masih mampu membukukan pertumbuhan positif. Direktur Bisnis BNI Life  Neny Asriany menyatakan aset unit usaha syariah naik 32,48% dari Rp 641,2 miliar menjadi Rp 849,46 miliar per September 2020.

Laba bisnis syariah juga naik 3,16% year on year menjadi Rp 14,63 miliar. 

Baca Juga: OJK: Kami tidak pernah menyetujui permohonan PKPU Kresna Life

“Kami berterima kasih kepada nasabah setia BNI Life yang telah mempercayakan perlindungan finansial dan perencanaan keuangan pada kami. BNI Life akan terus berkomitmen untuk menjalankan bisnis yang sehat agar dapat selalu memberikan layanan yang optimal bagi seluruh nasabah”, jelas Neny dalam keterangan tertulis pada Rabu (23/12).

Tak hanya itu, untuk produk unitlink pada asuransi konvensionalnya, BNI Life juga tumbuh hingga kuartal ketiga 2020. Direktur Keuangan Eben Eser Nainggolan mengatakan bahwa BNI Life berhasil memperoleh premi unitlink pada kuartal ketiga 2020 sebesar Rp 1,45 triliun atau naik 2,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Dengan strategi investasi yang prudent, BNI Life senantiasa menjaga kepercayaan nasabah dalam mempercayakan perlindungan finansial dan perencanaan keuangannya kepada kami,” papar Eben.

Selanjutnya: Soal kasus investasi Asabri, Jaksa Agung: Orang hingga polanya sama dengan Jiwasraya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×