kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Hingga Oktober, realisasi serapan PEN capai Rp 411,72 triliun


Selasa, 05 Oktober 2021 / 16:15 WIB

Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai dengan Oktober 2021 sudah mencapai Rp 411,72 triliun atau 55,3% dari pagu Rp 744,77 triliun. 

“Masih seperti yang lalu, capaian perkembangan yang signifikan terjadi pada Klaster Perlinsos dan Kesehatan,” seperti dikutip dari laporannya, Selasa (5/10).

Airlagga memerinci, realisasi kesehatan sudah digunakan sebesar Rp104,1 Triliun atau 48,4%, realisasi klaster perlindungan sosial sebesar Rp 117,3 triliun atau 62,9%, realisasi klaster program prioritas sebesar Rp 62,50 triliun atau 53,0%, realisasi klaster dukungan UMKM dan  korporasi sebesar Rp 68,43 triliun atau 42,1%, dan realisasi klaster insentif usaha sebesar Rp 59,41 triliun atau 94,6%.

Baca Juga: Luhut: Pemerintah akan uji coba penerapan PPKM level 1 (new normal) untuk Blitar

Realisasi klaster Kesehatan yang sebesar Rp 104,1 triliun tersebut digunakan untuk diagnostik seperti testing dan tracing sebesar 63,2 % atau Rp 2,85 triliun; untuk therapeutic, untuk insentif dan santunan tenaga kesehatan sebesar 67,6% atau Rp 12,8 triliun dari pagu Rp 18,94 Triliun, dan juga untuk vaksinasi termasuk pengadaan dan pelaksanaannya yakni realisasinya sebesar 38,8% atau Rp 22,38 Triliun.

Sedangkan realisasi dari klaster perlindungan sosial yang sebesar Rp 117,3 triliun antara lain digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 73,2% atau Rp 20,72 triliun dari pagu Rp 28,31 triliun, Kartu Sembako sebesar 58,5% atau Rp 29,21 triliun dari pagu Rp 49,89 triliun.

Lalu Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebesar 51,9% atau Rp 14,94 triliun dari pagu Rp 28,80 triliun, serta  Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 57,7% atau Rp 5,07 triliun dari pagu Rp 8,80 triliun.

Selanjutnya: Hadapi perubahan iklim, SBY usulkan Indonesia terapkan green economy

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×