kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Hingga bulan ini, BTN sudah tutup 26 kantor yang kurang produktif


Senin, 04 Oktober 2021 / 09:35 WIB

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) masih terus melanjutkan penataan jaringan kantor dengan menutup kantor yang dinilai kurang produktif. Penutupan tersebut sebagai bagian dari optimalisasi jaringan sejalan dengan perkembangan bisnis dan pergeseran transaksi nasabah ke arah digital.

Tahun ini, BTN menargetkan menutup 30 unit kantor. Hingga September 2021, perseroan sudah merealisasikan penutupan 26 unit kantornya dan masih tersisa empat lagi yang harus direalisasikan di sisa akhir tahun ini. 

"Empat kantor lagi yang belum terealisasi karena masih menunggu proses pembangunan kantor penggantinya selesai pada akhir tahun ini," kata Jasmin Direktur Distribusi dan Retail Funding BTN pada Kontan.co.id, Kamis (30/9).

Baca Juga: Bank Mandiri sudah tutup 124 kantor tahun ini dan buka 4 kantor baru

Jasmin mengatakan, pihaknya memang fokus melakukan penataan terhadap jaringan kantor dengan menutup kantor yang tidak produktif. untuk melayani nasabah di wilayah kantor yang ditutup, BTN akan mendorong peran dari agen laku pandai.

Selain itu, BTN juga akan mengandalkan jaringan kantor pos sebanyak 3.000 unit yang sudah online dengan perseroan. Jasmin bilang, BTN merupakan satu-satunya bank yang bekerjasama dengan Pos.

Penutupan kantor tidak berdampak pada PHK. "Peningkatan status dari kantor kas ke KCP dan dari KCP ke KC penuh butuh tambahan pegawai, belum lagi menggantikan yang pensiun," tegas Jasmin.

Selanjutnya: BRI lakukan perubahan peran kantor cabang di tengah perkembangan digital

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×