kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Hingga April 2021, Asuransi Cakrawala catat pertumbuhan premi 16%


Rabu, 19 Mei 2021 / 13:00 WIB
Hingga April 2021, Asuransi Cakrawala catat pertumbuhan premi 16%

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI) mulai mencatatkan adanya pertumbuhan premi pada kuartal II-2021 ini. Hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor seperti insentif PPnBM serta momen Lebaran.

Hingga April 2021, perusahaan mencatatkan adanya pertumbuhan premi hingga 16% yoy menjadi Rp 505 miliar. Pada periode yang sama di tahun lalu, premi yang didapatkan ACPI tercatat hanya Rp 434 miliar.

"Kalau hingga Mei sekarang, preminya sudah sampai Rp 523 miliar, tapi belum bisa dibandingkan karena Mei belum selesai," ujar Wakil Direktur ACPI, Nicolaus Prawiro kepada Kontan.co.id, Selasa (18/5).

Sampai saat ini, lini bisnis asuransi kebakaran masih menjadi kontributor utama dalam portofolio ACPI dengan persentase mencapai sekitar 60%. Sedangkan asuransi kendaraan bermotor memberikan kontribusi hampir mencapai 40%.

Baca Juga: Gandeng Asuransi Cakrawala, fintech Asetku beri asuransi gratis ke pengguna

Meski demikian, Nico menyampaikan bahwa asuransi kendaraan bermotor mengalami peningkatan premi mulai awal Mei kemarin. Ia bilang ini merupakan dampak adanya insentif PPnBM terlebih bertepatan juga dengan momen Ramadan.

"Asuransi kendaraan bermotor ini kan untuk memproteksi pengiriman juga. Nah, di awal Mei ini unit-unit mobil yang dipesan konsumen sudah mulai ada dan sedang dilakukan pengiriman," tambah Nico.

Hingga akhir tahun, ACPI memiliki target untuk memperoleh premi hingga Rp 1,3 triliun.

Sebaliknya, Nico bilang bahwa beban klaim perusahaan mengalami penurunan. Namun, ia tidak menyebutkan berapa persentase penurunan tersebut.

"Analisa kami kenapa tahun lalu klaim bisa lebih tinggi karena PSBB yang ketat membuat masyarakat di rumah saja dan jadi punya waktu buat bereskan kendaraannya," pungkas Nico.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

×