kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Hingga Agustus 2021, megaproyek 35.000 MW baru terealisasi 30%


Jumat, 24 September 2021 / 05:30 WIB

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek Pembangunan Pembangkit 35.000 megawatt  (MW) yang digagas pemerintah ternyata baru teralisasi sebesar 30% dari target pada Agustus 2021 lalu.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan pada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu mengungkapkan, sudah sebanyak 10.469 MW telah commercial operation date (COD) dalam program pembangunan pembangkit ini hingga bulan lalu.

“Kemajuan progres dari mega proyek 35 GW (gigawatt) dapat kami laporkan yaitu 10.469 MW sudah COD. Sedangkan 17.685 MW fase konstruksi, 6.063 MW fase PPA (Power Purchase Agreement), 839 MW fase pengadaan dan 724 MW fase perencanaan,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Kamis (23/9).

Sedikit informasi, Program Pembangunan Pembangkit 35.000 MW diluncurkan pada Mei 2015 lalu  di Samas, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: PLN berharap pemerintah beri harga khusus LNG untuk kebutuhan listrik, ini alasannya

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan PPA dan Letter of Intent (LoI) untuk EPC (engineering, procurement, construction) serta groundbreaking beberapa pembangkit seperti Penandatanganan PPA PLTB Samas (Yogyakarta), dengan kapasitas 50 MW. Dan ada penandatanganan LoI untuk EPC PLTU Grati (Jawa Timur) dengan kapasitas 450 MW, groundbreaking PLTA Jatigede (Jawa Barat) dengan kapasitas 2 x 55 MW, dan masih banyak lagi.

Dalam catatan terakhir Kontan.co.id, proyek ini ditargetkan rampung pada 2028 mendatang, namun penyelesaiannya diperkirakan berpotensi molor ke tahun 2030 seiring adanya penghitungan ulang proyeksi kebutuhan listrik akibat pandemi Covid-19.

Ketika ditanyai, Jisman mengaku belum bisa memberikan proyeksi kapan proyek 35.000 MW bisa rampung seluruhnya. “Tunggu sosialisasi ya,” ujarnya singkat.

Selanjutnya: Aneka Tambang (ANTM) menyiapkan dana pelunasan obligasi Rp 2,1 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×