Hexindo Adiperkasa (HEXA) terus intip peluang untuk mengembangkan bisnis

Sabtu, 18 September 2021 | 05:15 WIB   Reporter: Dimas Andi
Hexindo Adiperkasa (HEXA) terus intip peluang untuk mengembangkan bisnis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) terus berupaya melihat berbagai peluang bisnis demi peningkatan kinerja. Salah satu langkah yang ditempuh HEXA adalah berkecimpung di bisnis penyewaan dan trade in alat berat.

Direktur Hexindo Adiperkasa Dwi Sasono mengatakan, bisnis penyewaan dan trade in baru dijalani oleh HEXA pada April menuju Mei lalu. Model alat berat yang disewakan HEXA juga masih terbatas, salah satunya adalah Medium Excavator dengan mesin ZAXIS200.

“Kami cukup lama melakukan riset terkait demand bisnis penyewaan di Indonesia. Hasil riset itu yang mendasari kami untuk berekspansi di segmen tersebut,” tutur dia dalam paparan publik virtual, Jumat (17/9).

Walau baru bergulir, Dwi menilai bahwa permintaan sewa alat berat HEXA cukup tinggi. Ia yakin tren tersebut akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2021 maupun di tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 menurun, permintaan tes PCR di Medikaloka Hermina (HEAL) anjlok

Manajemen HEXA belum bisa menyebut proyeksi pendapatan maupun kontribusi bisnis penyewaan dan trade in tersebut. Meski demikian, HEXA diyakini bisa mendapat return berupa peningkatan kepercayaan dari para pelanggan ketika bisnis penyewaan dan trade in alat berat tersebut terus berkembang.

“Bisnis ini bisa menjadi penyeimbang dari bisnis yang selama ini sudah berjalan, yaitu penjualan alat berat secara langsung,” ujar Dwi.

Yoshendri, Direktur Hexindo Adiperkasa menambahkan, pihaknya mengalokasikan capital expenditure atau belanja modal untuk pengembangan bisnis sewa alat berat sebesar US$ 4,3 juta pada tahun 2021. Adapun secara keseluruhan, total capex HEXA di tahun ini sekitar US$ 9,3 juta. Seluruh dana tersebut berasal dari kas internal perusahaan.

Jumlah capex tersebut tentu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, di mana HEXA menyediakan capex sebesar US$ 5,3 juta. Namun, dana capex yang terserap di tahun fiskal 2020 hanya US$ 284.000. Kala itu, pandemi Covid-19 membuat perusahaan ini menunda agenda investasinya.

Selanjutnya: Campina Ice Cream (CAMP) kerek penjualan dengan luncurkan varian es krim baru

 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru