kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   -48,00   -0,29%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Hari pertama menjabat jadi Presiden AS, ini yang akan dilakukan Joe Biden


Senin, 18 Januari 2021 / 10:12 WIB
Hari pertama menjabat jadi Presiden AS, ini yang akan dilakukan Joe Biden
ILUSTRASI. Presiden terpilih AS Joe Biden akan mengalami hari yang sibuk setelah dilantik pada Rabu (20/1/2021). REUTERS/Kevin Lamarque

Sumber: Al Jazeera,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WILMINGTON. Presiden terpilih AS Joe Biden akan mengalami hari yang sibuk setelah dilantik pada Rabu (20/1/2021).

Melansir Reuters, Kepala Staf Gedung Putih yang baru menjabat Ron Klain mengatakan dalam sebuah memo didistribusikan kepada wartawan, Biden akan membatalkan "sekitar selusin" tindakan eksekutif Donald Trump seperti janji kampanyenya pada Rabu (20/1/2021).

Tindakan tersebut termasuk: bergabungnya kembali AS dengan kesepakatan iklim Paris, mengubah larangan perjalanan di beberapa negara mayoritas Muslim, memperpanjang jeda pada pembayaran pinjaman siswa federal, menghentikan penggusuran dan penyitaan, serta mewajibkan penggunaan masker dalam perjalanan antar negara dan lainnya. 

Salah satu yang banyak mendapat perhatian luas adalah mengubah larangan perjalanan di beberapa negara mayoritas Muslim. 

Baca Juga: Tantangan di bidang pertahanan menanti Joe Biden

Al Jazeera melaporkan, tak lama setelah menjabat pada 2017, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang wisatawan dari tujuh negara mayoritas Muslim memasuki Amerika Serikat.

Namun, perintah itu dibuat ulang beberapa kali di tengah gugatan hukum dan versinya dikuatkan oleh Mahkamah Agung pada 2018.

Baca Juga: Akhir jabatan Trump, AS jatuhkan sanksi ke perusahaan Iran, China dan UEA



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

×