kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Harga tes PCR diminta turun jadi Rp 300.000, Menkes: Tak ada subsidi dari pemerintah


Rabu, 27 Oktober 2021 / 06:10 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan, pemerintah tak akan memberikan bantuan (subsidi) untuk menurunkan harga tes swab PCR. 

“Apakah akan ada subsidi? Tidak ada. Karena kalau kita lihat, harga Rp 300.000 ini sudah cukup murah sekali,” ujarnya Selasa (26/10) via video conference. 

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes swab PCR diturunkan menjadi Rp 300.000.

Baca Juga: Kemenkes sebut harga tes PCR bisa turun jadi Rp 300.000, ini penjelasannya

Menkes menegaskan, sebenarnya selama ini harga PCR di bandara Indonesia sudah berada di kelompok bandara-bandara negara yang memiliki harga swab PCR termurah. 

Sebagai contoh, dengan harga tes swab PCR Rp 900.000, ini masuk 20% kelompok bandara dengan harga tes termurah. 

Nah, apalagi dengan penurunan harga ke Rp 300.000 per tes swab PCR, ini sudah masuk ke 10% kelompok bandara dengan harga tes paling murah. 

Sementara itu, harga tes swab PCR termurah di dunia masih tercatat di negara India, yaitu sebesar Rp 160.000 per tes. Ini disebabkan oleh negara tersebut memiliki produksi alat dan bahan tes swab PCR. 

Selanjutnya: Wamenkes sebut permintaan Jokowi agar harga tes PCR Rp 300.000 bukan tanpa dasar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×