kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Harga Plastik Meroket 40%: TAYS Putar Otak, MYOR Punya Strategi


Kamis, 23 April 2026 / 05:18 WIB
Harga Plastik Meroket 40%: TAYS Putar Otak, MYOR Punya Strategi
ILUSTRASI. Konflik Timur Tengah picu harga plastik kemasan naik drastis. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kenaikan harga plastik mulai memberi tekanan bagi bisnis makanan ringan, mengingat mayoritas produk masih menggunakan material plastik sebagai kemasan utama.

Dampak ini salah satunya dirasakan oleh PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS), produsen makanan ringan dengan merek Tays Bakers.

Corporate Secretary TAYS Dinna Afrianti mengatakan, sejak konflik Timur Tengah memicu penutupan Selat Hormuz, reaksi cepat muncul dari vendor dan pemasok material perusahaan. Menurutnya, kenaikan harga plastik rata-rata sudah menembus lebih dari 40% dibanding harga normal.

“Hal ini kami anggap tidak wajar karena komponen packaging merupakan hal yang vital dari produk final dan berdampak langsung pada cost of goods sold (COGS),” ujar Dinna kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).

Dari sisi pasokan, Dinna menjelaskan bahwa biasanya perusahaan masih mendapat alokasi stok kemasan dengan harga lama dalam kuota tertentu. Namun, pada tahun ini kuota tersebut nihil karena tidak ada stok yang siap kirim dari pasar bahan baku.

Merespons kondisi tersebut, produsen wafer roll, cokelat, kraker, snack jagung, hingga biskuit ini mulai menyiapkan strategi penyesuaian.

Di kanal tradisional, TAYS memilih untuk tidak menaikkan harga jual. Sebagai gantinya, perusahaan menyesuaikan gramasi dan desain kemasan agar harga produk tetap terjangkau bagi konsumen.

“Sementara di kanal modern, kami melakukan diversifikasi kemasan, harga, dan daya tarik (excitement), sehingga mampu memberi alasan kepada konsumen untuk membeli,” jelas Dinna.

Baca Juga: Industri Kertas Panen Untung: Diversifikasi Kemasan Jadi Rezeki Baru!

Ke depan, Dinna menyampaikan bahwa TAYS akan terus mengeksplorasi strategi terbaik sebelum menentukan keputusan final. Ia menekankan bahwa setiap langkah penyesuaian akan berdampak langsung terhadap kebutuhan investasi perusahaan.

Setali tiga uang, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) juga merasakan peningkatan harga material kemasan plastik untuk jenis tertentu. Namun, manajemen MYOR tidak merinci besaran kenaikannya.

Sebagai informasi, MYOR memproduksi berbagai produk mulai dari biskuit, kembang gula, wafer, cokelat, kopi, hingga makanan kesehatan.

Manajemen MYOR menyampaikan bahwa hingga saat ini perusahaan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga jual. Pasalnya, kenaikan harga kemasan masih dapat dikompensasi oleh penurunan harga komoditas utama seperti kopi dan kakao.

“Namun, kami terus memantau perkembangan harga bahan baku dan bahan penunjang lainnya, termasuk potensi kenaikan akibat fluktuasi harga minyak dunia,” jelas manajemen MYOR kepada Kontan, Rabu (22/4/2026).

Selain kemasan, MYOR juga mencermati pergerakan harga bahan baku lain seperti minyak sawit (palm oil) dan minyak kelapa (coconut oil) yang saat ini menunjukkan tren naik.

Tonton: Pajak Mobil Listrik Berubah! Kini Tak Lagi Bebas?

Di sisi lain, MYOR juga melihat peluang pertumbuhan penjualan dari pengisian ulang stok (restocking) setelah adanya pembatasan operasional truk selama periode Lebaran.

“Hal ini diperkirakan akan meningkatkan penjualan di kuartal II-2026 ini,” imbuh manajemen MYOR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

×