kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Harga Minyak Goreng Naik, Inflasi Januari Diproyeksi Dalam Kisaran 0,55%-0,6%


Senin, 31 Januari 2022 / 06:35 WIB
Harga Minyak Goreng Naik, Inflasi Januari Diproyeksi Dalam Kisaran 0,55%-0,6%

Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi Indonesia untuk bulan Januari 2022 diproyeksi berada dalam kisaran 0.55%-0.6% secara month to month (mtm), atau 2,1% secara year on year (yoy).

“Inflasi di bulan Januari meskipun hanya 2% secara tahunan tapi terbilang cukup tinggi dibanding Januari 2021 lalu yang hanya 1.58% yoy,” kata Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada Kontan.co.id, Minggu (30/1).

Menurutnya, faktor pendukung inflasi ini karena dari sisi permintaan pada Januari ini tergolong rendah. Selain itu adanya varian Omicron cukup berdampak kepada kepercayaan masyarakat untuk berbelanja.

Di Januari, kenaikan harga pangan masih menjadi faktor pendorong utama seperti naiknya harga minyak goreng yang belum bisa selesaikan dengan kebijakan subsidi karena stok minyak goreng subsidi terbatas.

Baca Juga: BI Proyeksi Terjadi Penurunan Tingkat Inflasi Bulanan di Januari 2022

Selain itu telur ayam, daging ayam ras, dan cabai rawit turut berdampak ke inflasi volatile food yang lebih tinggi. dia juga memperkirakan di 2 bulan sampai 3 bulan ke depan inflasi masih akan lebih tinggi khususnya pada April saat Ramadhan dimulai, karena adanya kenaikan harga.

“Perlu diperhatikan efek harga minyak dunia yang naik dan volatilitas nilai tukar serta biaya logistik yang mahal untuk impor akan sebabkan produsen menyesuaikan harga di level konsumen,” jelas Bhima.

Lebih lanjut, Bhima mengatakan, cepat atau lambat, biaya di sisi produsen akan diteruskan ke harga jual produk akhir khususnya elektronik, makanan minuman dan sparepart otomotif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

×