Harga Gas Alam Masih Ngegas, Ini Pendorongnya

Kamis, 09 Juni 2022 | 08:15 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Harga Gas Alam Masih Ngegas, Ini Pendorongnya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat melandai, harga gas alam kembali tancap gas. Bahkan, Selasa (7/6), harga gas alam sempat menyentuh level US$ 9,54 per mmbtu, atau rekor tertinggi sepanjang sejarah sebelum ditutup di level US$ 9,29 per mmbtu.

Merujuk Barchart, pada hari ini, Rabu (8/6), harga gas alam kontrak pengiriman Juli berhasil menguat 0,61% dan berada di level US$ 9,35 per mmbtu.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyebut memanasnya situasi di Eropa masih jadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga gas alam. Saat ini, kondisinya Rusia tengah memotong aliran ekspor gas alam ke berbagai negara anggota Uni Eropa. Hal tersebut merupakan respons akibat sanksi yang dijatuhkan Uni Eropa ke Rusia.

Dengan hilangnya pasokan gas alam dari Rusia yang merupakan pemasok terbesar Uni Eropa, maka negara-negara tersebut menggantungkan kebutuhan gas alam ke Amerika Serikat. Namun, Ibrahim menyebut kondisi AS belakangan ini juga kurang baik seiring dengan turunnya produksi gas alam di Negeri Paman Sam tersebut.

Baca Juga: Permasalah Supply & Demand, Harga Gas Alam Bisa Melambung Hingga US$ 10 per Mmbtu

Adapun, rata-rata produksi gas di 48 negara bagian Amerika Serikat (AS) pada bulan Juni yang merosot turun menjadi 94,7 miliar kaki kubik per hari (bcfd), dari 95,1 bcfd di bulan Mei. 

“Alhasil, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan telah memicu naiknya harga gas alam hingga kembali memecahkan rekornya. Dengan situasi seperti saat ini, bukan sesuatu yang mengejutkan jika harga terus naik dan memecahkan rekornya,” terang Ibrahim ketika dihubungi Kontan.co.id, Rabu (8/6).

Ibrahim meyakini, harga gas alam ke depan masih akan tetap tinggi, bahkan bisa kembali memecahkan rekor dengan menuju level US$ 10 per mmbtu. Menurutnya, selama perang Rusia-Ukraina belum berakhir serta sanksi ekonomi terhadap Rusia belum dicabut, kecil kemungkinan harga gas alam bisa kembali ke level sebelum terjadinya perang.

Adapun, hingga akhir tahun nanti, Ibrahim memperkirakan harga gas alam masih akan bertahan pada level saat ini. Proyeksinya, pada akhir 2022, harga gas alam masih akan bertengger di kisaran U$ 9 per mmbtu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru