kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Harga Cabai Sedang Naik, Mendag Zulkifli: Sesekali Petani Biar Dapat Bonus


Selasa, 21 Juni 2022 / 05:30 WIB
Harga Cabai Sedang Naik, Mendag Zulkifli: Sesekali Petani Biar Dapat Bonus

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga cabai sedang mahal. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pedasnya harga cabai sebagai bonus bagi para petani cabai. Faktor musim juga menjadi penyebab harga cabai kini melambung.

"Kalau cabai kriting cabe merah musiman ya sekali-kali petani dapat bonuslah," kata Zulkifli ditemui di Istana Negara, Senin (20/6).

Kenaikan harga pangan yang terjadi di Indonesia, kata Zulkifli, masih jauh lebih rendah dibandingkan di negara lainnya. Zulhas sapaan akrabnya menyebut, kenaikan harga pangan dunia salah satunya disebabkan konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.

Ditambah lagi beberapa negara mulai mengutamakan kebutuhan pangan dalam negerinya ketimbang memenuhi permintaan ekspor.

Baca Juga: Jokowi Minta Ada Peningkatan Produksi Pangan Besar-besaran Dalam Jangka Pendek

Ia meminta masyarakat memahami kondisi tersebut. Zulhas mengatakan, pemerintah telah menggelontorkan subsidi guna menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.

"Hampir Rp 400 triliun kita subsidi, nah itu yang harus kita Jelaskan kepada masyarakat. Pemerintah bekerja keras agar tidak membebani akibat memanasnya suhu geopolitik, tetapi tidak bisa dihindari ada yang terdampak," jelasnya.

Merespon adanya potensi krisis pangan global, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dalam jangka waktu singkat jajarannya dapat meningkatkan produksi pangan di domestik. Hal ini agar Indonesia tak bergantung pada impor.

Meski menghadapi potensi krisis pangan, Jokowi menegaskan, masih ada peluang yang dapat diraih Indonesia. Terutama untuk produksi produksi pangan di darat yang dapat diproduksi dalam jangka pendek.

"Misalnya nanam jagung yang hanya 3 bulan sampai 100 hari, menanam padi juga hanya butuh 4 bulan. Menanam kedelai untuk mengurangi impor kita juga butuh waktu 3 bulan sampai 100 hari," jelasnya.

Kemudian potensi, lahan di Indonesia yang masih luas. Lahan-lahan yang telah mendapatkan Hak Guna Usaha (HGU) juga masih banyak yang masih terlantar. Maka Jokowi meminta adanya pemanfaatannya dalam peningkatan produksi pangan.

"Dan kita memiliki selain lahan yang luas, petani juga banyak sekali. Termasuk yang di laut juga sama, potensi sangat besar sekali," imbuh Jokowi.

Apabila Indonesia mampu menghasilkan pangan yang dapat diproduksi dalam jangka pendek, Jokowi yakin, Indonesia tak hanya berdikari di bidang pangan, tapi juga memiliki potensi untuk ekspor. Hal ini berkaca pada tingginya permintaan ekspor pangan ke Indonesia di tengah ancaman krisis pangan dunia.

Baca Juga: Anggaran Ketahanan Pangan Rp 92,3 Triliun, Jokowi Pertanyakan Hasilnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×