Harapan Kino Indonesia (KINO) pada Semester II-2022

Kamis, 04 Agustus 2022 | 06:30 WIB   Reporter: Vina Elvira
Harapan Kino Indonesia (KINO) pada Semester II-2022


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produk konsumer, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) berharap kinerjanya di semester kedua ini masih bisa mencatatkan pertumbuhan positif. Sehingga perseroan dapat meraih hasil akhir yang lebih baik dibandingkan realisasi pada tahun lalu. 

"Kami berharap di semester II-2022 ini masih bisa bertumbuh dengan baik sehingga kami menargetkan penjualan dan profitabilitas untuk tetap bertumbuh dibandingkan tahun 2021 lalu," ungkap Direktur Keuangan Kino Indonesia Budi Muljono, saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (3/8). 

Sebagaimana diketahui, KINO berhasil meraup kinerja positif selama semester I-2022. Penjualan KINO mampu tumbuh 3,63% menjadi Rp 2 triliun hingga akhir Juni lalu. 

Baca Juga: Laba Bersih Kino Indonesia (KINO) Naik 18,94% di Semester I-2022

Budi bilang, sebagai salah satu strategi pertumbuhan saat ini, KINO ingin meningkatkan kembali kontribusi segmen perawatan tubuh yang selama pandemi dua tahun terakhir mengalami penurunan. Maklumlah, segmen produk ini memberikan kontribusi terbesar kedua dari total revenue perusahaan. 

Adapun, selama paruh pertama tahun ini penjualan di segmen perawatan tubuh belum menunjukkan pertumbuhan positif. Penjualannya tercatat turun 23,96% menjadi Rp 654,61 miliar. Sebaliknya, segmen minuman yang jadi penyumbang utama penjualan KINO, berhasil tumbuh 35,61% dari semula Rp 838,72 miliar per semester I-2021 menjadi Rp 1,13 triliun di semester I-2022.  

Kemudian penjualan KINO disumbang juga oleh segmen makanan Rp 194,82 miliar, farmasi Rp 14,95 miliar, dan makanan hewan Rp 2,96 miliar. Di awal semester kedua ini KINO baru saja merilis produk baru di segmen perawatan tubuh. Produk tersebut merupakan K-oral Care bernama Click. 

Budi tak berbicara lebih jauh terkait target penjualan untuk produk anyar ini, namun ia berharap bahwa nantinya produk baru ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja KINO di sisa tahun 2022. 

"Kami meluncurkan produk baru di awal semester 2 ini dimana kami berharap produk ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja kami tahun ini," sebut Budi. 

 

 

Potensi resesi ekonomi dan invasi Rusia ke Ukraina juga masih menjadi perhatian bagi perusahaan. Maka dari itu, KINO tetap berupaya melakukan berbagai efisiensi untuk memastikan semua pengeluaran berdampak positif bagi perusahaan. 

"Selain itu tentunya kami terus melakukan upaya untuk dapat meningkatkan penjualan di segmen yang masih potensial," sambungnya. 

Hingga Juni lalu KINO tercatat meraup laba bersih Rp 44,84 miliar. Jumlah ini lebih tinggi 18,94% dibandingkan laba bersih selama semester I-2021 yang tercatat sebesar Rp 37,70 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru