Hanya dalam 166 hari, angka kematian global akibat Covid-19 bertambah 2 juta

Jumat, 18 Juni 2021 | 18:50 WIB Sumber: Reuters
Hanya dalam 166 hari, angka kematian global akibat Covid-19 bertambah 2 juta

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kematian akibat virus corona baru di seluruh dunia menembus angka 4 juta pada Kamis (17/6), di tengah tingginya upaya negara-negara memberikan vaksin Covid-19 kepada populasinya.

Berdasarkan perhitungan Reuters, butuh lebih dari setahun untuk menyentuh angka 2 juta kematian pertama akibat Covid-19. Tapi, 2 juta kematian tambahan tercatat hanya dalam 166 hari.

Lima negara teratas dengan jumlah total kematian akibat Covid-19 terbanyak adalah Amerika Serikat, Brasil, India, Rusia, dan Meksiko. Kelima negara tersebut mewakili sekitar 50% dari semua kematian di dunia.

Sementara Peru, Hungaria, Bosnia, Republik Ceko, dan Gibraltar memiliki tingkat kematian tertinggi berdasarkan jumlah penduduk.

Menurut analisis Reuters, negara-negara di Amerika Latin menghadapi fase terburuk sejak Maret lalu, dengan 43 dari 100 orang di kawasan tersebut terinfeksi virus corona.

Baca Juga: 5 Gejala virus corona parah menurut WHO, kenali saat varian baru merajalela

Rumahsakit di Bolivia, Chili, dan Uruguay sebagian besar menampung pasien Covid-19 antara usia 25 dan 40 tahun, seiring tren pasien yang lebih muda terus berlanjut.

Melonjaknya angka kematian akibat Covid-19 juga membebani fasilitas krematorium di negara-negara berkembang. Penyedia lahan pemakaman juga terpaksa diperluas karena tingginya angka kematian.

India dan Brasil adalah negara yang melaporkan kematian paling banyak setiap hari dan terus bermasalah dengan kremasi juga kurangnya ruang pemakaman. Dari tiga kematian yang tercatat di dunia setiap harinya, satu di antaranya berasal dari India.

Sejak pandemi dimulai, banyak pakar percaya bahwa jumlah kematian sebenarnya jauh lebih tinggi dari apa yang dilaporkan negara-negara. Bulan lalu, WHO juga memperkirakan kematian jauh lebih tinggi.

Kondisi terus memburuk ketika banyak negara-negara miskin masih kesulitan untuk memvaksin populasinya. Di sisi lain, negara-negara kaya yang memiliki pasokan vaksin berlebihan belum mampu memberikan sumbangan karena masih fokus dengan program vaksinasi dalam negeri.

Selanjutnya: WHO: Dalam seminggu terakhir, kasus Covid-19 global turun 12%

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
Terbaru