Hanya 3%, Kans Indonesia Terpeleset ke Jurang Resesi Ekonomi Sangat Kecil

Rabu, 03 Agustus 2022 | 07:07 WIB   Reporter: Dendi Siswanto
Hanya 3%, Kans Indonesia Terpeleset ke Jurang Resesi Ekonomi Sangat Kecil

ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peluang ekonomi Indonesia masuk ke resesi sangat kecil.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Resesi ekonomi menjadi ancaman dunia. Toh begitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yakin ekonomi Indonesia tak akan masuk ke resesi.

Ia menyebut, peluang Indonesia untuk masuk ke jurang resesi ekonomi sangat kecil. Hal ini lantaran peluang Indonesia resesi hanya 3%, lebih rendah jika dibandingkan dengan Sri Lanka yang mencapai 85%

Airlangga mengatakan, berdasarkan leading indicator CEIC seperti keuangan moneter, pasar tenaga kerja dan industri, perekonomian Indonesia masih diperkirakan menguat. Bahkan Indonesia berada di bawah indikator 100, sehingga jauh dari sinyal resesi. Begitu juga dengan negara India yang jauh dari jurang resesi.

"Kalau kita lihat, ekonomi Indonesia diperkirakan masih menguat berdasarkan leading indicator daripada CEIC. Beberapa negara yang masih ekspansi termasuk di Indonesia sehingga dari probabilitas resesi Indonesia bersama India termasuk persentasenya paling rendah," ujar Airlangga dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2022, Selasa (2/8).

Baca Juga: Ekonomi Global Tak Pasti, Pemerintah Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2%

Ia juga membandingkan posisi Indonesia dengan negara lain. Jika dibandingkan dengan China, Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang perekonomiannya melambat, maka Indonesia dan India justru merupakan negara yang perekonomiannya kuat. Bahkan, ekonomi Negeri Paman Sam tersebut sudah mengalami dua kali turun sehingga masuk ke dalam sinyal resesi.

"Kenaikan harga komoditas ini mendorong beberapa negara untuk inflasi tinggi, ekonomi melambat, dan resesi ekonomi seperti AS yang sudah dua kali negatif. Sehingga teknikal sudah masuk ke dalam resesi dan stagflasi," katanya.

Meski begitu, Indonesia masih menghadapi berbagai ketidakpastian global. Tekanan inflasi global terus meningkat seiring dengan tingginya harga komoditas akibat berlanjutnya gangguan rantai pasok, diperparah oleh berlanjutnya perang di Ukraina, serta meluasnya kebijakan proteksionisme terutama pangan.

Namun, Airlangga optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan berada pada kisaran 5,3% hingga 5,9%. Sementara itu, inflasi pada tahun ini akan tetap berada pada kisaran 5% hingga 5,2%. Hal tersebut dikarenakan pada tahun ini, perekonomian Indonesia masih diselimuti ketidakpastian global.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi kita di 2022 ini masih optimis di 5,2% dan diharapkan di 2023 kita bisa tingkatkan antara 5,3% hingga 5,9%," imbuhnya.

Baca Juga: Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi pada 2023 Capai 5,9%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru