kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hadapi krisis energi, China tingkatkan kontrak pasokan batubara


Kamis, 30 September 2021 / 05:45 WIB
Hadapi krisis energi, China tingkatkan kontrak pasokan batubara

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kampanye pengurangan energi fosil terutama batubara untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong transisi ke energi terbarukan menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya krisis energi di beberapa negara di dunia saat ini.

Saat ini, sejumlah negara mengalami krisis energi yang parah seperti Inggris, negara-negara Eropa dan juga China. Negara-negara ini sebelumnya terus mendorong pengurangan pembangkit listrik berbasis batubara. 

Inggris dan negara-negara di Eropa selama ini lebih condong ke gas sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik. Pelonggaran pembatasan aktivitas sosial dan datangnya musim dingin mendorong peningkatan permintaan energi, sementara pasokan komoditas energi terbatas karena produksi belum normal akibat pandemi dan karena juga faktor cuaca.

Sementara China yang bergantung pada batubara untuk pembangkit listrik mulai menghentikan operasional pembangkit listrik berbasis batu bara dan menggantinya dengan energi terbarukan. Namun, permintaan energi dan suplai yang tak seimbang menyebabkan krisis di berbagai wilayahnya. 

Baca Juga: Utang Evergrande terhadap investor global dinilai belum terselesaikan

Badan Perencanaan Ekonomi China tengah berupaya menenangkan warganya dan para pelaku usaha di wilayah-wilayah yang paling terpukul bahwa penggunaan batubara dan pasokan energi tengah diawasi dengan ketat.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (29/9), The state planner, the National Development and Reform Commission (NDRC) telah meminta pemerintah daerah  untuk memantau penggunaan dan stok batubara di pembangkit listrik. Pemda juga diminta untuk meningkatkan pemenuhan kontrak jangka menengah dan jangka panjang untuk memasok batubara termal.

China telah menyerukan peningkatan impor dan meningkatkan produksi batubara dalam negeri, bahan bakar utama yang digunakan untuk sebagian besar pembangkit listriknya.

Cina Timur Laut adalah salah satu daerah yang paling parah terkena dampak krisis energi. Berbagai laporan media dan dan postingan media sosial yang menandai masalah di kota-kota seperti lampu lalu lintas dan jaringan komunikasi 3G yang mati, ketakutan akan gangguan pasokan air dan toko-toko yang beroperasi dengan penerangan lilin.

Para pejabat telah berusaha untuk meyakinkan warga bahwa pasokan batu bara akan mencukupi menjelang musim dingin mendatang dan meningkatnya permintaan bahan bakar untuk pemanas.

Baca Juga: 21 Petugas WHO terlibat aksi pelecehan seksual saat menangani wabah Ebola di Kongo

Operator jaringan utama negara bagian juga telah berusaha untuk menenangkan pelanggan dua kali minggu ini dengan mengatakan akan bekerja untuk menjamin pasokan batubara dan secara ketat mengontrol penggunaan listrik, serta  memastikan pasokan listrik ke penduduk selama liburan Oktober dan pada musim dingin. 

Sumber daya batubara untuk pemanas dan pembangkit listrik di provinsi timur laut Jilin, Heilongjiang dan Liaoning telah dipastikan karena beberapa pemasok dan produsen menandatangani kontrak batubara jangka menengah dan panjang baru-baru ini. 

Selanjutnya: Semakin kuat, jet tempur siluman FC-31 China kini akan didukung rudal PL-15E

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×