Gelombang PHK Melanda Fintech, Multifinance Lihat Kesempatan Rekrut SDM Digital

Kamis, 04 Agustus 2022 | 05:30 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Gelombang PHK Melanda Fintech, Multifinance Lihat Kesempatan Rekrut SDM Digital


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa bulan terakhir, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di industri financial technology. Kondisi tersebut pun menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan multifinance untuk mencari SDM baru yang akrab dalam teknologi.

Memang, beberapa tahun belakang, industri multifinance sedang melakukan akselerasi dalam penerapan digital. Mengingat, kondisi pandemi Covid-19 mengubah gaya hidup masyarakat yang serba digital.

Salah satu perusahaan multifinance yang tertarik untuk merekrut SDM digital dari lulusan fintech ini ialah Clipan Finance. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo bilang pihaknya butuh SDM digital untuk branding, akuisisi bisnis, proses verifikasi, dan customer experience.

“Yang jadi tantangan, talent digital tersebut sudah terbiasa dengan upah besar dan kerja lebih dari 8 jam. Ini bisa mengganggu struktur biaya remunerasi di perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga: Laba Reliance Finance (REFI) Melejit 50,67% di Semester I/2022

Adapun, Harjanto menyebutkan saat ini biaya remunerasi untuk SDM digital masih sama dengan SDM lainnya dengan total yang dikeluarkan perusahaan Rp 13 miliar per bulan. Namun, ia mengaku saat ini sedang dilakukan penataan untuk remunerasi SDM digital. 

“Kami berfikir untuk talent digital menggunakan konsep produktivitas agar berimbang hasil dan penghasilan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Mandiri Tunas Finance William Francis pun menyebutkan bahwa saat ini pihaknya sedang mencoba melihat fenomena ini. Ia menyebut pihaknya sangat fokus untuk menggarap digitalisasi ini.

William bilang sudah membuat tim digitalisasi sejak lama dan beberapa proyek sudah dijalankan untuk mendukung akuisisi dan percepatan proses kredit. Sayangnya, ia enggan menyebut angka pasti remunerasi yang dikeluarkan untuk SDM digitalnya.

“Total Investasi saat ini untuk digitalisasi sekitar Rp 50 miliar,” ujarnya.

Sedikit berbeda, Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman melihat masih belum ada rencana untuk melakukan penambahan tim. Menurutnya, kualitas dan kuantitas SDM yang ada masih cukup untuk mengawal berbagai pengembangan di bidang teknologi di CNAF. 

Baca Juga: Industri Multifinance Optimalkan Pembiayaan Kendaraan Listrik

“Total biaya karyawan di CNAF saat ini sekitar Rp 15 miliar per bulan,” ujarnya.

Sementara itu, Ristiawan juga bilang bahwa ada peningkatan dari sisi budget berbanding realisasi tahun 2021 untuk peningkatan digitalisasi karena banyak peremajaan perangkat yang dilakukan. Tahun 2022, CNAF menginvestasikan sekitar Rp 28 miliar sedangkan realisasi di 2021 senilai Rp 16 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru