Gejala Paling Umum Covid-19 Bukan Lagi Demam dan Anosmia, Tapi 3 Gejala Ini

Rabu, 20 Juli 2022 | 09:16 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Gejala Paling Umum Covid-19 Bukan Lagi Demam dan Anosmia, Tapi 3 Gejala Ini

ILUSTRASI. Menurut sebuah penelitian di Inggris, sakit tenggorokan adalah gejala paling umum jika seseorang telah terinfeksi Covid-19.


KONTAN.CO.ID -  LONDON. Menurut sebuah penelitian di Inggris, sakit tenggorokan adalah gejala paling umum jika seseorang telah terinfeksi Covid-19. Dua gejala lainnya adalah sakit kepala dan hidung tersumbat.

Mengutip Straits Times, Zoe Covid-19 Study melaporkan, gejala pandemi sebelumnya seperti demam dan kehilangan rasa dan penciuman (anosmia) sekarang menjadi gejala Covid-19 yang paling sedikit dilaporkan. Pada studi kali ini, Zoe Covid-19 menggunakan data yang dirilis pada 11 Juli 2022.

Studi yang dilakukan oleh perusahaan ilmu kesehatan itu juga menyebutkan batuk, suara serak, bersin, kelelahan, dan nyeri otot sebagai gejala umum sekarang.

Dr Tim Spector, salah satu pendiri Zoe dan ilmuwan utama untuk penelitian ini, juga mengatakan virus itu masih merajalela di populasi di Inggris.

"Sedemikian rupa sehingga jika Anda memiliki gejala seperti pilek saat ini, hampir dua kali lebih mungkin terkena Covid-19 daripada pilek," katanya.

Baca Juga: Gejala Omicron BA.2.75 atau Omicron Centaurus yang Terdeteksi di Indonesia

Dia menambahkan, "Ini karena ada berbagai varian Covid-19 yang hidup berdampingan, seperti varian Omicron BA.2, BA.4 dan BA.5. Bahkan orang dengan infeksi masa lalu atau yang sudah divaksinasi lengkap bisa tertular."

Dr David Nabarro, yang merupakan utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk virus corona, juga mengatakan virus itu terus berkembang dan menjadi "terlalu pintar".

"Virus ini mampu terus berkembang dan berubah, itulah sebabnya kami melihat peningkatan kasus seperti yang telah berubah lagi, menjadi terlalu pintar bagi kami. Virus ini dapat menembus pertahanan kekebalan kita dan itulah mengapa jumlahnya meningkat," tambah Dr Nabarro dalam sebuah wawancara dengan Sky News.

Gejala Omicron Centaurus

Sementara itu, peneliti juga menemukan kasus Omicron jenis varian baru yang dinamakan Omicron Centaurus. 

Mengutip Kompas.com yang melansir express.co, Senin (18/7/2022), gejala Omicron Centaurus ini memiliki banyak kesamaan dengan penyakit musiman, seperti pilek dan flu. Penderita Omicron Centaurus juga merasakan gejala sakit tenggorokan dan sakit kepala. 

Tim di balik aplikasi ZOE Covid Symptom Study Inggris kemudian mengumpulkan data gejala Omicron Centaurus untuk mengetahui perbedaan gejala Omicron Centaurus dengan penyakit pilek dan flu. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 Tembus 3.000 12 Juli 2022, Waspada Omicron Baru BA.5.2.1 Di Shanghai

Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sakit tenggorokan yang disebabkan oleh Omicron Centaurus berlangsung kurang dari lima hari dan akan berangsur membaik dengan cepat. 

Gejala ini akan terasa buruk pada hari pertama infeksi dan kembali membaik pada hari-hari berikutnya. Jika sakit tenggorokan berlangsung lebih dari lima hari, mereka menambahkan, kemungkinan besar bukan Covid-19. Begitu pun sebaliknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru