kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.400.000   1.000   0,07%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Gapki: Sertifikasi ISPO Sangat Diperlukan Industri Sawit Indonesia


Jumat, 11 November 2022 / 06:20 WIB
Gapki: Sertifikasi ISPO Sangat Diperlukan Industri Sawit Indonesia

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menyampaikan, 78% anggotanya sudah memiliki sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Menurutnya ISPO sangat diperlukan bagi industri sawit di Indonesia. Pasalnya keberlanjutan produk minyak sawit menjadi tuntutan utama bagi konsumen.

"ISPO sangat diperlukan untuk industri sawit Indonesia, sebab ke depan tuntutan utama buyer adalah sustainable palm oil products," kata Eddy saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (10/11).

Baca Juga: Apkasindo Usul Ada Insentif Bagi Petani yang Sudah Kantongi ISPO

Maka, Gapki menilai kebijakan mandatori ISPO pemerintah Indonesia sudah sangat tepat. Kendati demikian, Eddy mengungkapkan, implementasi ISPO masih banyak kendala utamanya ditingkat petani. Hal tersebut lantaran masih banyak lahan yang belum ada sertifikat kepemilikan.

"Kendalanya masih banyak lahan petani di kawasan hutan, perihal ini seharusnya sudah ada jalan keluar dengan UUCK dimana lahan petani maksimum 5 hektare dan memang dikelola oleh petani tersebut maka akan dikeluarkan dari kawasan hutan," imbuhnya.

Maka, diperlukan sosialisasi hal ini untuk mempercepat ISPO ditingkat petani. Disinggung apakah dengan ISPO akan memperluas pasar ekspor sawit Indonesia.

Eddy mengatakan bahwa pada dasarnya ISPO bersifat mandatory, maka pemerintah bersama pelaku usaha sawit akan mensosialisasikan kepada pembeli diluar bahwa produk sawit Indonesia sudah sustainable. ISPO juga menjadi salah satu jurus dalam melawan kampanye hitam mengenai industri sawit.

Baca Juga: Ada 3,65 Juta Ha Kebun Sawit Bersertifikat ISPO, Hasilkan 22 Juta Ton Produksi CPO

"Ini juga salah satu cara untuk melawan kampanye hitam industri sawit," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×